OTT SMPN 10 Batam

Polresta Barelang Mendadak Batalkan Ekspos Kasus SMPN 10 Batam, Ini Alasan Kapolresta!

Polresta Barelang batal ekspos kasus OTT di SMPN 10 Batam. Ini alasan Kapolrestas Barelang!

Polresta Barelang Mendadak Batalkan Ekspos Kasus SMPN 10 Batam, Ini Alasan Kapolresta!
TRIBUNBATAM/DANANG SETIAWAN
Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Tim Saber Pungli Polresta Barelang tidak jadi melakukan ekspos terkait kasus Pungli di SMP 10 Sei Panas Kota Batam.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengatakan, ekspos ditunda lantaran pihaknya akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu dengan Direktoriat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kepri.

"Memang tidak jadi hari ini, permintaan Polda harus digelar (perkara) dulu bersama Krimsus," sebut Hengki menerangkan, Selasa (17/7/2018) siang.

Baca: Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

Baca: Mengenal Agus Hernoto, Legenda Kopassus Berkaki Satu. Inilah Kisah di Baliknya!

Baca: Penerimaan CPNS 2018! Dibanding Tahun Lalu, Inilah Empat Hal Baru Seleksi CPNS Tahun Ini

Baca: Presiden Jokowi Naikkan Tunjangan Kinerja Babinsa, Segini Jumlah dan Rinciannya

Padahal semua barang bukti sudah disusun termasuk uang tunai ratusan juta untuk diekspos di Polresta Barelang.

Saat ditanyakan apakah ada intervensi dari pihak lain, Hengki langsung mengatakan tidak. Ini murni perintah dari Polda Kepri.

"Ini kan jumlahnya besar. Kita harus gekarkan dulu di Polda. Tidak ada intervensi dari siapapun," sebutnya.

Sejauh ini sudah ada lima orang tersangka yang ditetapkan oleh tim Saber Pungli Polresta Barelang. Mereka yakni Ketua Komite Baharudin,

Guru Honorer Mismarita, Staf Admin TU Ratu Rora, Kepala Sekolah SMP 10 Sei Panas Batam Rahip dan Wakil Kepalasekolah SMP 10 Sei Panas Batam Antoniis Yudi Novianto.

Operasi tangkap tangan (OTT) di SMPN 10 Sei Panas, Batam, Sabtu (14/7/2018) malam.
Operasi tangkap tangan (OTT) di SMPN 10 Sei Panas, Batam, Sabtu (14/7/2018) malam. (istimewa)

Ketua Saber Pungli Kota Batam AKBP Mudji Supriadi yang juga Wakapolresta Barelang mengatakan, sejauh ini baru lima orang itu saja yang ditetapkan sebagai tersangka. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lagi.

"Yang jelas kita masih melakukan penyidikan terhadap para tersangka dan beberapa saksi. Jika ada kaitanya dengan pihak dinas kita akan periksa juga. Yang jelas ada bukti kesana," sebut Mudji.

Sejauh ini Polresta Barelang masih tertutup terkait nerapa jumlah nominal pasti uang yang diamankan dalam kasus pungli tersebut. Mereka beralasan jika sudah di gelar di Polda, semuanya akan diberitahu.

"Yang jelas semuanya masih diselidiki. Ada yang terkait akan kita sikat. Tidak ada cerita," sebut Mudji. (*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved