WN Myanmar Selama 23 Tahun Tinggal di Karimun, Begini Reaksi Imigrasi

Sudah 23 tahun WN Myanmar tinggal di Karimun tanpa dokumen resmi. Begini kisahnya dia bisa menerobos hingga lama di Karimun

WN Myanmar Selama 23 Tahun Tinggal di Karimun, Begini Reaksi Imigrasi
tribunbatam/elhadif
Imigrasi Karimun ekspos WN Myanmar selama 23 tahun tinggal di Karimun tanpa dokumen, Rabu (25/7/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, KARIMUN-Sudah 23 tahun berada di Karimun tanpa memiliki dokumen apapun, akhirnya seorang pria warga negara Myanmar berinisial B alias Unai (39) diamankan petugas Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun.

Unai yang diwawancarai mengaku telah menikah dengan seorang wanita yang merupakan WNI. Dari hasil pernikahan tersebut Ia memiliki tiga orang anak. Bersama keluarganya, Unai tinggal di Kelurahan Sei Pasir, Kecamatan Meral.

Baca: Terungkap! Inilah Senjata Andalan Kopassus Lumpuhkan Pasukan Khusus Amerika: Durian!

Baca: Tolak Pakai Rompi Antipeluru, Begini Perintah Soeharto ke Pengawalnya saat ke Bosnia

Baca: Inilah Kisah Mata Hari, Mata-mata Cantik Keturunan Jawa yang Mengguncang Eropa!

Baca: Simak! Inilah Kumpulan Lengkap Contoh Soal Tes CPNS 2018, Unduh dan Baca Syarat-syaratnya

"Saya masuk naik kapal ikan. Saya kerja membuat jaring ikan," kata Unai menggunakan bahasa Indonesia saat ekspos penangkapan WNA bermasalah di Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Rabu (25/7) sore.

Dari hasil pemeriksaan petugas imigrasi, Unai masuk ke Indonesia tanpa mengantongi dokumen perjalanan yang sah atau melalui jalur gelap pada tahun 1995. Ia menumpang kapal tangkap ikan hingga sampai di Karimun.

Penangkapan Unai berawal dari adanya informasi dari masyarakat. Petugas yang melakukan penelusuran menemukannya di kawasan Sei Pasir. Ketika diperiksa, Ia tidak dapat menunjukan paspor, visa ataupun dokumen izin lainnya.

"B alias Unai ini diamankan Kamis (19/7/2018) sekira pukul 09.00 WIB. Dia sudah 23 tahun tinggal di Indonesia," terang Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Arie Yuliansyah Dwi Putra melalui Kasi Infokim, Ryawantri Nurfatimah.

Imigrasi Karimun ekspos WN Myanmar selama 23 tahun tinggal di Karimun tanpa dokumen, Rabu (25/7/2018)
Imigrasi Karimun ekspos WN Myanmar selama 23 tahun tinggal di Karimun tanpa dokumen, Rabu (25/7/2018) (tribunbatam/elhadif)

Atas tindakannya, Unai diduga melakukan pelanggaran keimigrasian sebagaimana yang disebutkan di dalam pasal 119 ayat (1) Undang-Undang No. 6 tahun 2011,

yaitu setiap orang asing yang masuk dan/atau berada di wilayah Indonesia yang tidak memiliki dokumen perjalanan dan visa yang sah dan masih berlaku.

"Dipidana penjara paling lama lima tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500 juta," tambah Rya.

Dalam penangganannya, pihak Imigrasi telah berkoordinasi dengan kedutaan besar Negara Myanmar di Jakarta.

"Kita sudah kirimkan data-datanya. Sekarang sedang menunggu berita dari Kedubes," kata Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Barandaru. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help