BATAM TERKINI

Curiga Bentuk Kapal Aneh, Beginilah Detik-detik KP Baladewa 8002 Tangkap Kapal Ikan Vietnam

Kapal Patroli Baladewa 8002 berhasil mengamankan dua kapal ikan asing asal Vietnam (12/09/2018) lalu.

Curiga Bentuk Kapal Aneh, Beginilah Detik-detik KP Baladewa 8002 Tangkap Kapal Ikan Vietnam
TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Suasana ekspose penangkapan kapal ikan asing asal Vietnam, Senin (17/9/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kapal Patroli Baladewa 8002 berhasil mengamankan dua kapal ikan asing asal Vietnam (12/09/2018) lalu.

Peristiwa tersebut bermula saat kapal melakukan pengawasan di perairan Indonesia.

Setibanya di perairan Natuna Utara pukul 03.00 WIB Subuh, petugas melihat bentuk kapal nelayan yang bukan ciri khas kapal nelayan Indonesia.

Di bawah komando Kapten Kapal, Kompol Jazuli Dani sik langsung bergerak mendekati kapal mencurigakan tersebut untuk dilakukan pemeriksaan.

"Dari hasil pemeriksaan, kita mendapati bahwa kapal tersebut benar bukan kapal milik nelayan Indonesia. Melainkan kapal ikan milik warga negara Vietnam," katanya, saat ekspose yang digelar, Senin (17/09/2018) di dermaga Batu Ampar, Batam.

Baca: Minimalkan Masalah, Panitia Pemilu dan Kapolsek Sekupang Gelar Pertemuan

Baca: 4 Kali Banjir, Warga Tiban Koperasi Minta IMB Lahan Kolam Retensi Dicabut

Baca: Bolehkah Puasa Asyura 10 Muharram Tanpa Puasa Tasua? Simak Penjelasannya

Disampaikannya, saat melakukan pemeriksaan, KIA asal Vietnam ini pun tidak memasang bendera Indonesia yang biasa digunakan untuk mengelabui petugas.

"Tapi dua kapal ini tidak ada memasang bendera apapun. Kita hanya fokus melihat kecurigaan dari bentuk kapal saja," sebutnya.

Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta T iniyang memimpin pres rilis menyebutkan, atas hasil penangkapan tersebut, mengamankan KIA asal Vietnam dengan nomor lambung BT 92864 TS, dan BT 93528 TS beserta 12 Anak Buah Kapal (ABK).

"Kita juga mengamankan barang bukti, sebanyak 1 ton ikan campuran, alat jaring, GPS dan barang lainnya," ucapnya yang mewakili Polda Kepri yang awalnya direncanakan memimpin Pres rilis, yang juga dihari Kepala PSDK Batam.

Saat meninjau KIA dan bertanya kepada ABK kapal, aparat mengunakan penerjemah.

Salah satu ABK menyebutkan sudah sebanyak dua kali melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia.

"Dia tahu kalau itu memasuki perairan Indonesia. Nantinya ikan hasil tangkapan tersebut akan dijual langsung di tengah laut," ujarnya. (*)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help