TANJUNGPINANG TERKINI

Dokter RSUD Mengeluh. Banyak Korban Lakalantas Digratiskan. Ini Alasannya

"Misalkan saja, ada kecelakaan yang melibatkan dua pihak atau lebih. Pihak yang terlibat kecelakaan tidak mau melaporkan kepada polisi

Dokter RSUD Mengeluh. Banyak Korban Lakalantas Digratiskan. Ini Alasannya
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Kanit Lakalantas Polres Tanjungpinang Ipda Ridwan dan Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan pada BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, dokter Andi Marisah Hijriyyah Lestari menandatangani pernyataan kerja sama antara Polres Tanjungpinang dan BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Kepala Bidang Pelayanan Medik BLUD RSUD Tanjungpinang dokter Yunisaf mengeluh pada Kamis (18/10/2018).

Keluhan itu disampaikannya saat menghadiri sosialisasi dan Koordinasi Pelayanan Kesehatan Peserta JKN-KIS Bersama PT Asuransi Jiwa Inhel Indonesia, PT Jasa Raharja dan Satlantas Tanjungpinang di Kantor Cabang BPJS Tanjungpinang.

Keluhan tersebut masih menyangkut banyak pasien kecelakaan lalu lintas yang terpaksa digratiskan oleh pihak RS karena takut meminta surat laporan polisi sebagai syarat untuk jaminan dari BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja.

"Misalkan saja, ada kecelakaan yang melibatkan dua pihak atau lebih. Pihak yang terlibat kecelakaan tidak mau melaporkan kepada polisi sehingga surat laporannya tidak keluar. Sebab, mereka takut jadi tersangka," ungkap Yunisaf.

Kejadian ini bahkan berlangsung berulang-ulang sehingga pihak RS pun harus menggratiskan pengobatan banyak pasien kecelakaan lalu lintas. Hal tersebut dilakukan hanya karena alasan kemanusiaan saja.

"Nah memang kami berbuat atas alasan kesehatan. Tetapi nanti Jasa Raharja yang diuntungkan, sedangkan kami malah buntung," ungkap Yunisaf

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga di Tanjungmorawa Dilakukan Tetangga Sendiri, Motifnya Dendam

Baca: Timnas U19 Indonesia vs Taiwan, Pemain Qatar Ini Dukung Indonesia. Mengapa?

Baca: Bantuan Terus Mengalir ke Korban Kebakaran Panti Asuhan Aljabar Bengkong

.Menanggapi Yunisaf, Penanggung Jawab Keuangan Jasa Raharja Perwakilan Tanjungpinang Khairul Fadly langsung memberikan jawaban.

Dia mengatakan Jasa Raharja ingin sekali menanggung jaminan untuk semua pasien kecelakaan lalu lintas. Sebab, tidak ada untungnya bagi Jasa Raharja untuk menahan uang jaminan tersebut.

"Tetapi ada ketentuan bahwa Jasa Raharja hanya membayar jaminan kecelakaan kalau ada surat laporan polisi," tegas Fadly.

Dia menambahkan, jumlah maksimal jaminan yang ditanggung Jasa Raharja mencapai Rp 20 juta. Namun, Jasa Raharja hanya menanggung jaminan untuk kecelakaan yang melibatkan lebih dari dua pihak. Sedangkan kecelakaan tunggal tidak dijamin oleh Jasa Raharja tetapi ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Halaman
12
Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved