KARIMUN TERKINI

WNI Ber-KTP Karimun Dilaporkan Meninggal Keracunan di Malaysia. Begini Kata Kapolsek Meral

Kapolsek Meral, AKP Hadi Sucipto buka suara terkait laporan WNI ber-KTP Meral, Kabupaten Karimun meninggal keracunan di Malaysia

WNI Ber-KTP Karimun Dilaporkan Meninggal Keracunan di Malaysia. Begini Kata Kapolsek Meral
Foto almarhum Rahman L, WNI ber-KTP Karimun yang dilaporkan meninggal keracunan makanan di Kuching, Sarawak, Malaysia. TRIBUN BATAM/ISTIMEWA 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Seorang WNI ber-KTP Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) bernama Rahman L (53) dilaporkan meninggal keracunan makanan di Kuching, Sarawak, Malaysia pada 11 Oktober 2018.

Hingga kini, jenazah pria kelahiran Nipah Panjang, 12 Oktober 1965 itu masih disimpan di Rumah Sakit Umum (RSU) Kuching, Sarawak, Malaysia karena tidak ada ahli waris atau keluarga kandung yang mengurus.

Kematian itu mendapat perhatian Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching dengan berkirim surat yang ditujukan kepada Bupati Karimun, Kapolres Karimun dan Camat Meral.

Surat tersebut perihal permintaan bantuan mencari keluarga almarhum Rahman L di Kabupaten Karimun, Kepri.

Kapolsek Meral, AKP Hadi Sucipto ketika dihubungi TribunBatam.id membenarkan kabar tersebut.

Hadi mengatakan pihaknya sudah berupaya mencari keberadaan keluarga almarhum Rahman L sesuai dengan KTP yang diberikan pihak KJRI Kuching tersebut.

Baca: Warga Karimun Dilaporkan Meninggal Keracunan di Malaysia. Jenazah Masih Disimpan di RSU Kuching

Baca: 52 WNI Meninggal Dunia akibat Gerakan Radikalisme

Baca: MOTOGP JEPANG - Andrea Dovizioso Jatuh, Begini Reaksi Marc Marquez Usai Lomba

Hasilnya, Hadi mengatakan pihaknya tidak menemukan keberadaan keluarga almarhum Rahman L.

Sejumlah warga dan perangkat kelurahan dan RT mengaku tidak mengenal Rahman L.

"Benar surat KJRI itu. Setelah kami telusuri, kami tidak menemukan keluarga almarhum Rahman L. Pihak kelurahan dan RT sudah kami tanyakan, mereka mengaku tidak kenal. Kami tanya warga sekitar alamat, mereka juga mengaku tidak kenal," kata Hadi Sucipto, Minggu (21/10/2018).

Hadi mengatakan KTP yang diberikan pihak KJRI itu adalah KTP lama berjenis SIAK.

Akibatnya pihaknya tidak dapat mengakses nomor KTP SIAK tersebut.

"Saat kami lacak data ke Disduk, tidak ada juga, mungkin karena KTP-nya KTP lama, jadi waktu dicari di sistem, nomornya tidak keluar," kata Hadi.

Hadi menceritakan, almarhum diketahui bekerja di sebuah kilang di Kuching, Sarawak, Malaysia.

Almarhum menikah secara siri dengan seorang perempuan asal Kalimantan.

"Rencananya istri sirinya itu mau bawa jenazah Rahman L ke Kalimantan namun belum diizinkan oleh pihak KJRI karena statusnya istri siri. Pihak KJRI menginginkan persetujuan dari keluarga kandung atau ahli waris dari almarhum," ujar Hadi. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved