BATAM TERKINI

Ajukan 3 Tuntutan, 10 Ribu Anggota FSPMI Bakal Gelar Unjuk Rasa ke Kantor Walikota

Kurang lebih 10 ribu anggota FSPMI dari tiap perusahaan yang ada di Batam akan menggelar unjuk rasa ke Kantor Walikota Batam.

Ajukan 3 Tuntutan, 10 Ribu Anggota FSPMI Bakal Gelar Unjuk Rasa ke Kantor Walikota
Foto Ilustrasi. Buruh dari FSPMI menggelar demonstrasi terkait UMK dan UMS di depan Graha Kepri, Batam. 

TRIBUNBATAM.id,BATAM - Ribuan anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam akan turun menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Batam tanggal 31 Oktober 2018.

Hal ini disampaikan Divisi Pelatihan Garda Metal,Hendrik Kenzo, Senin (29/10/2018).

"Pada aksi unjuk rasa yang akan kami gelar 31 Oktober nanti, kurang lebih ada 10 ribu anggota FSPMI dari tiap perusahaan yang ada di Batam, dan ribuan anggota ini akan merapat ke kantor Walikota Batam. Belum lagi dari aliansi lainnya yang mau ingin ikut bergabung,"ungkap Hendrik.

Baca: BERITA PERSIB - Klub Rugi Besar hingga Perubahan Jadwal, Ini 5 Berita Menarik Terkait Persib Bandung

Baca: PESAWAT LION AIR JATUH - Ini Perkiraan Kedalaman Laut Tempat Lion Air JT610 Jatuh dan Tenggelam

Baca: PESAWAT LION AIR JATUH - Cari Info Lengkap Penumpang Lion Air JT610 Hubungi 2 Nomor Berikut

Baca: PESAWAT LION AIR JATUH - Diduga Ikut Jadi Korban Lion Air, Ini Foto-foto Kepala KPKNL Pangkal Pinang

Baca: Inilah Sosok Pilot dari Pesawat Lion Air JT 610 yang Jatuh di Perairan Tanjung Karawang

Dia juga memberitahu, bahwa tiap Pengurus Unit Kerja (PUK) sudah dimasukkan surat aksi unjuk rasa di Management perusahaan.

"Diharapkan pihak management mengizinkan perwakilan anggota dari tiap perusahaan,"ujarnya.

Adapun kegiatan unjuk rasa yang akan digelar nanti Rabu (31/10/2018) di Kantor Walikota Batam.

Sedangkan untuk jamnya sekitar pukul 09:00 WIB sampai selesai. Dengan jumlah peserta seluruh anggota FSPMI Batam.

"Kalau titik kumpulnya setiap anggota dari beberapa perusahaan sebelum ke kantor Walikota, ada di Simpang Halte Panbil, Simpang Polsek Batu Aji, Simpang Cammo dan masih ada lagi yang lainnya," terangnya.

Hendrik juga memberitahu, bahwa dalam aksi unjuk rasa itu, menggunakan alat peraga mobil komando, sound sistem, bendera, spanduk dan lainya.

Sedangkan tuntutannya adalah pertama tolak Kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2019 sebesar 8,03 %, kedua naikan UMK tahun 2019 sebesar 20-25% dan ketiga tolak PP 78/2015.

"Tuntutan kami hanya tiga point itu pada unjuk rasa nanti, dan berharap tuntutan kami ini bisa dipenuhi Pemerintah dan Pengusaha di Batam,"jelasnya. (*)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved