BINTAN TERKINI

Leher Korban Dijerat Dengan Tali, Terungkap dari Rekontruksi. Inilah Fakta Tewasnya Pasangan LGBT

Dari rekontruksi tergambar, insiden pembunuhan dimulai dengan pertengkaran sengit antara tersangka dan korban di dalam rumah

Leher Korban Dijerat Dengan Tali, Terungkap dari Rekontruksi. Inilah Fakta Tewasnya Pasangan LGBT
TRIBUNBATAM/AMINUDDIN
Julianto tersangka pembunuhan saat menjalani rekontruksi 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN-Kepolisian Sektor Bintan Timur menggelar rekontruksi kasus pembunuhan, Kamis (18/10/2018) lalu atau tepatnya yang terjadi dua minggu lalu.

Seperti diketahui, peristiwa pembunuhan tersebut terjadi di Kampung Kolong Enam, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur.

Korban atas nama Kardianus Rinyuang (21) dan tersangka atas nama Julianto (24). Keduanya berteman dekat dan tinggal bersama serumah. Diduga mereka terlibat hubungan sesama jenis atau LGBT.

Julianto, pemeran utama adegan rekontruksi dibawa ke TKP dengan mengenaka baju tahanan berwarna orange. Ia mengenakan kopiah.

Kapolsek Bintan Timur AKP Muchlis Nadjar melalui Kanit Reskrim Ipda Muh Fajri mengatakan, rekontruksi dilakukan untuk mencocokan keterangan tersangka di berita acara pidana (BAP) dengan kejadian lapangan.

"Dalam rekontruksi, ada 12 adegan diperagakan oleh tersangka," kata Muh Fajri.

Baca: Sering Cekcok Jadi Penyebab Pasangan Diduga LGBT Ini Habisi Teman Kencannya

Baca: Disebut Pasangan LGBT, Polisi Tetapkan Julianto Tersangka Pembunuh Kardianus

Baca: Obrolan Hingga Foto Mesra Ungkap Tabir Asmara Antara Kardianus dan Julianto

Tersangka Julianto cukup koorperatif dengan memerankan semua jalinan peristiwa dari adegan pertama sampai adegan terakhir dengan baik.

Rekontruksi berlangsung aman dengan pengawalan ketat arapat kepolisian dari Bintan Timur'>Polsek Bintan Timur. Hadir juga pihak kejaksaaan dan penasihat hukum tersangka.

"Rekontruksi ulang berlangsung lancar dan aman," kata Muh Fajri.

Dari rekontruksi tergambar, insiden pembunuhan dimulai dengan pertengkaran sengit antara tersangka dan korban di dalam rumah. Sangking sengitnya, korban sampai membanting hanphone miliknya lalu lari meninggalkan rumah.

Tidak lama, korban balik lagi ke rumah usai dijemput korban. Tapi, di rumah pertengkaran berlanjut. Tersangka naik pitam. Ia lalu keluar rumah menuju sumur dan mengambil tali ember sumur.

Ia masuk lagi ke rumah dengan tali sumur dan menjeratkannya ke leher korban yang saat itu duduk di sofa dengan posisi membelakangi tersangka.

Korban melakukan perlawanan saat lehernya dijerat. Tapi upayanya sia-sia. Tenaganya terkuras hingga lemas lalu pingsan. Tersangka lalu menggendong tubuh korban ke teras dan merancang rekayasa kematian seolah olah korban bunuh diri dengan cara gantung diri.(min)

Penulis: Aminnudin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved