TANJUNGPINANG TERKINI

Pernah Dilempar Pakai Uang, Wanita yang Lahir Tanpa Tangan di Tanjungpinang Ini Buat Hal Menakjubkan

Dia lahir di Tanjungpinang pada 2 Juni 1959 silam tanpa kedua tangan. Namun, kondisi ini tidak mematahkan semangatnya untuk berkarya

Penulis: Thom Limahekin | Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNBATAM.id/THOM LIMAHEKIN
Nahiyah lahir di Tanjungpinang pada 2 Juni 1959 silam tanpa kedua tangan 

Laporan Thomm Limahekin

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - "Aneh saja, orang nggak minta tapi dilempari dengan uang," ucap Nihayah (59) dengan suara lirih.

Itulah sepenggal pengalaman yang masih membekas di hati wanita yang memiliki keterbatasan fisik ini.

Dia mengenang pengalaman tersebut berlangsung saat dirinya berbelanja di Pasar Tradisional Pekanbaru.

Baca: Tinggal di Gubuk Tua Beraroma Kotoran Babi, Sudah 12 Tahun Kaki Tarsa Dipasung Orangtuanya

Baca: PIALA AFF 2018 - Hasil Lengkap dan Klasemen Grup B Setelah Indonesia dan Filipina Menang

Baca: Tak Sanggup Bayar Upah Tinggi, Sudah 21 Perusahaan Pilih Hengkang dan PHK Puluhan Ribu Karyawan

"Saya hanya membalasnya dengan senyum simpul saja," tuturnya.

Nihayah sendiri lahir dengan tidak memiliki kedua tangan.

Keterbatasan fisiknya ini sempat mengetuk hati seorang ustadz asal Sirya untuk menjadikannya anak angkat.

Dia hendak dibawa untuk tinggal dan bersekolah di sana. Namun, sang ayah, Abu Bakar menolak keinginan ustadz. Sebab, ayahnya ingin Nihayah tetap bersama keluarga di Tanjungpinang.

Keluarga menyekolahkan Nihayah di sekolah umum, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Dia pernah berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Riau.

Baca: Tak Sanggup Bayar Upah Tinggi, Sudah 21 Perusahaan Pilih Hengkang dan PHK Puluhan Ribu Karyawan

Baca: Gunakan Senjata Buatan Pindad, Polisi Temukan Fakta Baru Penangkapan Komplotan Bandit di Tangsel

Baca: Mantan Istri Ahok Nonton Film A Man Called Ahok, Lihat Penampilannya Veronica Tan Sekarang

Namun, jejak kuliah akhirnya kandas setelah ayahnya meninggal. Nihayah lalu mencoba berbagai peruntungan setelah itu.

"Saya pernah berbisnis kain. Saya beli di Singapura dan kemudian saya pasarkan di wilayah Tanjungpinang," ucapnya mengenang.

Cacat fisik bukanlah merupakan sebuah penghalang dalam menebarkan kebaikan kepada dunia. Semboyan tersebut setidaknya menjadi pegangan hidup Nihayah.

Wanita ini langsung menebarkan senyum saat menyambut kedatangan TRIBUNBATAM.id di masjid Al-Hikmah Tanjungpinang, Selasa (13/11/2018) siang.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved