CPNS 2018

Hanya Sedikit Peserta yang Lulus Tes SKD CPNS 2018 di Tanjungpinang, Begini Reaksi Wali Kota Syahrul

Hasilnya hanya 96 peserta yang lulus dari 237 kuota formasi CPNS berbagai instansi yang dibutuhkan Pemko Tanjungpinang

Hanya Sedikit Peserta yang Lulus Tes SKD CPNS 2018 di Tanjungpinang, Begini Reaksi Wali Kota Syahrul
TRIBUNBATAM.id/Thomm
Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul melepas peserta lomba penggalang di Gedung Kwarcab Kota Tanjungpinang Jumat (26/10/2018). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Tes sistem Computer Asissted Tes (CAT) atau tahap pertama seleksi CPNS untuk formasi Pemko Tanjungpinang telah dilaksanakan.

Hasilnya hanya 96 peserta yang lulus dari 237 kuota formasi CPNS berbagai instansi yang dibutuhkan Pemko Tanjungpinang.

Lalu apa yang menjadi masalah? Apakah tes yang sulit dikerjakan ataupun peserta CPNS di Tanjungpinang masih dibawah standar SDM menjadi PNS sesuai standarisasi yang ditentukan pemerintah pusat.

Baca: LOKER BATAM HARI INI - 3 Info Lowongan Kerja Terbaru Hari Ini. Ada yang Cari Editor Photografer

Baca: KH Maruf Amin Kunjungi Batam, Ini Harapan Perwakilan Buruh di Batam

Baca: HONGKONG OPEN 2018 - Rekap Hasil Lengkap Wakil Indonesia yang Menang & Kalah di Hong Kong Open 2018

Baca: BERITA PERSIB - Bulan Depan Kontrak Berakhir, Mario Gomez Setuju Bertahan di Bandung. Ini Syaratnya!

"Saya hanya mendengar dari luar pintu soal ujian tersebut. Mungkin karena passing grade yang terlalu tinggi dan waktu juga. Itu yang perlu dikaji oleh pemerintah pusat," kata Syahrul walikota Tanjungpinang dikonfirmasi di kantor DPRD kota Tanjungpinang, Kamis (15/11).

Menurut Wali Kota, permasalahan itu terjadi di sejumlah daerah lain. Tidak hanya di Tanjungpinang. Pihaknya juga akan mengirim surat ke pemerintah pusat terkait masalah tersebut.

Ia berharap rendahnya nilai kelulusan standar uji tes CPNS yang dianggap sulit dan tidak memenuhi kuota dari formasi yang disediakan ini bisa menjadi bahan kajian Pemerintah.

Pihaknya lantas hanya menunggu kebijakan pemerintah pusat tentang kelanjutan untuk memenuhi kuota formasi yang tersedia.

"Kita tunggu saja kebijakannya seperti apa. Yang penting kita minta, dikasih jatah 200 sekian terpenuhi. Kita kan awalnya minta kekurangan pegawai ada 600 yang kita usulkan. Terus dikasih sekian (237). Karena kita sangat butuh ya kita minta itu dipenuhi," ungkapnya.

Terlebih permasalahan kekurangan pegawai sudah ini paling banyak di dinas pendidikan.

Dimana saat ini telah dipenuhi kuota 164 orang.

"Ya setiap bulan ada guru yang pensiun. Memang sangat kurang pegawai kita," tutupnya. (wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved