BISNIS

Telkomsel Jalin Kerjasama dengan ATB, Bayar Tagihan Air Bisa Pakai TCASH

Telkomsel melalui layanan cashless payment TCASH menjalin kerjasama strategis dengan PT ATB. Kerjasama dituangkan dalam pembayaran tagihan air

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dukung gerakan non tunai dari pemerintah, Telkomsel melalui layanan cashless payment TCASH menjalin kerjasama strategis dengan PT Adhya Tirta Batam. Kerjasama tersebut dituangkan dalam kehadiran fitur pembayaran tagihan air pada aplikasi TCASH Wallet.

Fitur tersebut resmi diluncurkan di Kota Batam, Kamis (15/11). General Manager Sales Region Sumbagteng Telkomsel Ihsan mengatakan kini TCASH semakin melengkapi fungsinya khusus bagi masyarakat Kota Batam.

"TCASH inikan berfungsi seperti rekening bank, dimana pun penggunanya bisa melakukan transaksi dimanapun dan kapanpun,termasuk transaksi pembayaran," ujarnya.

Sebelumnya Telkomsel juga telah melakukan kerjasama serupa dengan PDAM daerah lain di Indonesia.

"Kami yakin dengan kerjasama ini, masyarakat Batam, khususnya pelanggan Telkomsel bisa lebih mudah dalam menyelesaikan tagihan airnya," ucapnya.
Menariknya lagi, hingga 31 Desember 2018, setiap pelanggan yang membayar tagihan air melalui TCASH akan mendapatkan cashback senilai Rp 2.500. "Jadi tidak ada uang admin lagi," ucapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Adhy Tirta Batam, Benny Adrianto mengatakan ke depan untuk transaksi keuangan lebih mengedepankan cash less.

"TCASH ini bagian dari produk fintech yang akan terus maju. Customer base Telkomsel di Batam saja sudah mencapai Rp 1 juta, berarti hampir semua penduduk di Batam sudah pakai ini semua. Penduduk di Batam sajakan ada 1,2 juta. Pelanggan Telkomsel sudah tentu pelanggan ATB juga," tuturnya.

Dengan dukungan Telkomsel, Benny yakin masyarakat makin ada pilihan dan lebih leluasa dalam melakukan pembayaran tagihan, tanpa terkunci waktu dan ruang.
Ditambah lagi dengan insentif cash back tersebut maka akan memberikan dorongan lebih lagi bagi pelanggan ATB untuk membayar melalui TCASH.

"Pelanggan kami ini sensitif meski hanya karena Rp 2.500. Kami buka empat kantor pelayanan, dan mereka ini rela datang membayar di kantor kantor itu hanya demi tidak kena admin Rp 2.500," ucapnya. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Rimna Sari Bangun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved