CPNS 2018

INFO CPNS 2018 - Banyak Formasi Kosong Pemerintah Tetap Tak Akan Gelar Ujian Ulang CPNS 2018

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin mengatakan, tes seleksi CPNS tak diulang

INFO CPNS 2018 - Banyak Formasi Kosong Pemerintah Tetap Tak Akan Gelar Ujian Ulang CPNS 2018
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Peserta tes CAT CPNS Pemko Tanjungpinang saat antre pemeriksaan berskas persyaratan ujian, Kamis (1/11/2018) 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pemerintah tidak akan mengadakan ujian ulang, kendati peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lolos seleksi kompetensi dasar (SKD) sangat minim.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin mengatakan, tes seleksi CPNS tak diulang lantaran tidak tersedianya anggaran.

Sekedar informasi, berdasarkan data Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS 2018, pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS hingga 12 November lalu, hanya 128.236 yang memenuhi passing grade atau kurang dari 10% dari 1.724.990 yang mengikuti SKD.

Untuk mengantisipasi kekosongan formasi CPNS, Kementerian PANRB tengah menyiapkan kebijakan baru. Kebijakan tersebut diperlukan agar kebutuhan pegawai aparatur sipil negara (ASN) terpenuhi, namun di sisi lain kualitas tetap terjaga.

Baca: Pecahkan Pipa ATB, BP Batam Bakal Warning Kontraktor Proyek Limbah PT Hansol

Baca: Pipa Air Diameter 80 Cm Pecah Kena Paku Bumi, Petugas ATB Terus Berjibaku Lakukan Perbaikan

Baca: INFO CPNS 2018 - Standar Kelulusan Tes SKB Tak Pakai Passing Grade Tapi Pakai Skala Nilai Ini

Saat ini Panselnas sedang melakukan evaluasi dan dalam waktu dekat akan segera mengumumkan solusinya.

"Hasil dari Panselnas nanti akan dijadikan peraturan menteri (permen). Tapi bukan kami yang menggodok," kata Syafruddin di kantornya, Rabu (14/11).

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, sekitar 100.000 formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) belum terpenuhi karena hanya 8 persen peserta yang lolos tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dalam penerimaan Calon PNS 2018.

Hal itu disampaikan Kalla saat memberi sambutan dalam acara Tempo Economic Outlook di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

"Saya baru terima laporan dari Menteri PAN-RB tadi pagi tentang hasil ujian masuk PNS. Dari 4 juta yang melamar, yang sesuai SDM yang boleh ikut ujian 1,8 juta orang. Dari total itu, hanya 8 persen yang bisa lulus. Itu kurang lebih 100.000. Padahal kita butuh 200.000," kata Kalla.

Menurut Kalla, hal ini menunjukkan skill pekerja di Indonesia masih bermasalah dan harus segera ditingkatkan.

Selain itu, kata Kalla, para CPNS yang nantinya diterima juga harus dilatih untuk terbiasa mengikuti perkembangan teknologi.

Alasannya, saat ini perkembangan teknologi sangat pesat sehingga perlu diimbangi dengan SDM yang mumpuni.

"Artinya, bukan hanya (pengembangan) teknologi tetapi juga mendidik orang untuk bisa ikuti ini (perkembangan teknologi). Intisarinya teknologi yang maju enggak bisa dihentikan," lanjut Kalla. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved