Setelah Dimutilasi, Potongan Jenazah Jamal Khashoggi Diduga Dibawa Keluar Turki Pakai Koper

Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober ketika hendak mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz, di konsulat Istanbul.

Setelah Dimutilasi, Potongan Jenazah Jamal Khashoggi Diduga Dibawa Keluar Turki Pakai Koper
Para demonstran beraksi di depan kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, menuntut keberadaan wartawan Jamal Khashoggi yang hilang sejak 2 Oktober lalu 

Setelah Dimutilasi, Potongan Jenazah Jamal Khashoggi Diduga Dibawa Keluar Turki Pakai Koper

TRIBUNBATAM.id, ANKARA - Potongan jenazah jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi diduga dibawa keluar dari Turki menggunakan koper.

Dugaan itu disampaikan Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar dalam wawancara dengan CNN Turk, sebagaimana dikutip Newsweek Minggu (18/11/2018).

"Kemungkinan mereka membawa potongan jenazah tersebut sekitar 3-4 jam setelah pembunuhan," tutur Akar di sela konferensi internasional di Kanada.

Para pelaku pembunuhan Khashoggi, ujar Akar, bisa dengan mulus melakukannya karena mereka mempunyai kekebalan diplomatik.

Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober ketika hendak mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz, di konsulat Istanbul.

Pekan lalu, Riyadh mengeluarkan pernyataan bahwa Khashoggi dibunuh oleh 15 orang menggunakan suntikan obat bius dosis tinggi.

Baca: CitraPlaza Nagoya, Apartemen Terlengkap untuk Generasi Mellenial

Baca: VIRAL! Telat Masuk Kabin, Penumpang Wanita Nekat Masuk Landasan Kejar Pesawat yang Bersiap Take Off

Baca: Danish, Bocah 5,5 Tahun yang Jadi Korban Kecelakaan Motor di Tanjungpinang Itu Meninggal Dunia

Baca: Jika China Tak Mau Tunduk, Amerika Serikat Ancam Naikkan Tarif Produk China Jadi 500 Miliar Dolar AS

Baca: CIA Sebut Putra Mahkota Arab Saudi Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Setelah itu jenazahnya dimutilasi dan diserahkan kepada seorang agen yang sudah menunggu di luar gedung konsulat.

Kantor jaksa Saudi menyatakan, perintah untuk membawa paksa Khashoggi diberikan Wakil Kepala Intelijen Jenderal Ahmed al-Assiri. Assiri membentuk tim beranggotakan 15 orang yang dibagi ke dalam tiga kelompok kecil, yakni tim negosiasi, tim logistik, dan tim intelijen.

Mereka terbang ke Istanbul, Turki, untuk membujuk jurnalis berusia 59 tahun tersebut agar bersedia kembali ke Riyadh.

"Namun, karena negosiasi gagal, kepala tim negosiator memerintahkan untuk membunuh Khashoggi," demikian pernyataan kantor jaksa penuntut.

Kolumnis harian Turki Hurriyet Abdulkadir Selvi melakukan sanggahan dengan menyatakan dalam rekaman pertama berdurasi tujuh menit, terdengar suara Khashoggi meronta.

Penyelidik Turki meyakini Khashoggi memohon dilepaskan setelah dia dicekik menggunakan kantong plastik atau tali.

Sementara Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dilaporkan meyakini perintah pembunuhan datang dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Laporan itu mendapat respon dari Presiden Donald Trump yang mengatakan MBS berulang kali memberitahunya bahwa dia tak terlibat. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Potongan Jenazah Khashoggi Diduga Dibawa Keluar Turki dengan Koper"

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved