ANAMBAS TERKINI

Minta Uang Tambahan Pasang Listrik, Begini Kronologi OTT 2 Orang Oleh Tim Saber Pungli Anambas

Tim Saber Pungli Polres Anambas menangkap dua orang kasus Oparasi Tangkap Tangan (OTT) terkait pungutan liat pemasangan biaya daya baru listrik PLN.

Minta Uang Tambahan Pasang Listrik, Begini Kronologi OTT 2 Orang Oleh Tim Saber Pungli Anambas
TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
UPP Saber Pungli mengamankan dua orang yang diduga melakukan pungutan liar untuk biaya pemasangan daya baru listrik di Kantor PLN Senin (26/11/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim Saber Pungli Polres Anambas menangkap dua orang kasus Oparasi Tangkap Tangan (OTT) terkait pungutan liat pemasangan biaya daya baru listrik PLN.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga. Ia menyebutkan penangkapan dilakukan pada Senin (26/11/2018) sekitar pukul 09.00 Wib pagi.

"Anggota Unit Penindakan (UPP) Anambas bersama lima personel lainnya melakukan pengecekan ke lapangan dikarenakan adanya informasi dari masyarakat bahwa, telah terjadi Pungutan Liar berupa permintaan biaya dalam pemasangan daya baru listrik PLN di Kantor PLN Kep Anambas yang berada di Jalan ahmad yani laut," katanya, Selasa (27/11/2018).

Disampaikannya, saat itu polisi melakukan pengamatan dan undercover terhadap terduga pelaku, sekira pukul 11.00 WIB tim melihat terduga pelaku sedang menerima uang dari korban bernama Aidihi yang langsung bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku.

Baca: Atas Rekomendasi OJK, Kemenkominfo Blokir 385 Aplikasi dan Situs Fintech Ilegal

Baca: Fotonya Viral, Wanita Ini Dijuluki Penjahat Paling Cantik di China. Kini Jadi Buronan Polisi

Baca: INFO CPNS 2018 - Pengumuman Peserta Tes SKB CPNS 2018 Tunggu Verifikasi dan Validasi Data

Baca: BREAKINGNEWS. Minta Biaya Tambahan Pasang Listrik, 2 Orang Diamankan Tim Saber Pungli Anambas

"Untuk biaya pemasangan daya baru listrik 6 ampere PLN diminta sebesar Rp 2,8 juta, dan dua orang pelaku ini satu laki-laki dan satulagi perempuan ini langsung dibawa ke Kantor Kepolisian Resor Anambas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Disebutkannya, polisi pun mengamankan barangbukti satu unit CPU Merk Samsung Warna Hitam Code 24C, satu unit monitor computer merk Compag Warna Hitam, satu buah keyboard computere merk Compag, 111 dokumen arsip induk langganan, 64 dokumen pengajuan pemasangan Listrik, dan 56 lembar uang pecahan Rp.50.000.

"Atas perbuatan kedua pelaku akan dijerat Pasal 378 dan atau pasal 368 Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan atau ancaman hukuman 9 tahun penjara," tegasnya.

Informasi yang dihimpun Tribunbatam.id kedua pelaku tersebut bernama M. Amir selaku pegawai PT. Dredolf biro pembangkit listrik di PLN Anambas, dan perempuan bernama Ida Dela yang merupakan pegawai outsorcing di PLN tersebut. (dra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved