BINTAN TERKINI

Gara-gara Sampah, Tour Guide Ini Kerap Diomelin Turis yang Nikmati Keindahan Hulu Bakau Kawal

“Biasanya protes begitu di tengah jalan melihat sampah, kok sampahnya banyak, dari mana sampah ini, kenapa ada sampah di laut, apakah tidak ada

Gara-gara Sampah, Tour Guide Ini Kerap Diomelin Turis yang Nikmati Keindahan Hulu Bakau Kawal
TRIBUNBATAM.id/ANINUDIN
Turis mancanegara saat menikmati suasana hulu bakau Kawal, Kabupaten Bintan yang eksotik. 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN – Rizal, seorang tour guide cycling mangrove hulu bakau Kawal, Kecamatan Gunung Kijang trenyuh dengan keberadaan sampah di sekitar.

Turis protes kepadanya karena sampah mengurangi nuansa estetika destinasi. Pengalaman itu bagi Rizal tidak enak. Sebab sejak awal ia membawa turis, kepada mereka ia ceritakan keindahan alam.

“Biasanya protes begitu di tengah jalan melihat sampah, kok sampahnya banyak, dari mana sampah ini, kenapa ada sampah di laut, apakah tidak ada fasilitas buang sampah, sedih dan malu sih,” kata Rizal kepada Tribun Batam, Rabu (5/12/2018).

Apa daya, kenyataan bahwa sampah masih ada harus diakui. Sampah memang masih menjadi persoalan serius. Tidak Cuma di tempat umum, bahkan lokasi destinasi pun sampah masih menumpuk.

Destinasi Hulu Bakau Kawal, lokasi dimana Rizal jadi tour guide, sampah bahkan dengan mudah ditemukan bergantungan di akar dan batang magrove.

Baca: Janji Jak Mania Saat Laga Pamungkas Persija vs Mitra Kukar di SUGBK

Baca: Jeka Asparido Saragih Petarung MMA Kunjungi Tribun Batam

Baca: Tanggapan Bos Persija soal Tudingan Rekayasa Juara Liga 1 2018: Kita Doakan Mereka

Umumnya berupa sampah plastik. Seperti kantong bekas belanjaan. Bungkus deterjen, botol plastik, dan sampah lainnya.

Settiap hari, Rizal membawa turis mancanegara touring mangrove Hulu Bakau Kawal. Perjalanan dimulai dari pantai Kawal, melintasi jembatan Kawal. Tugas Rizal memandu dan menjadi operator sampan mesin.

Seperti biasa, tamu selalu membwa kamera untuk memotret keindahan hulu bakau Kawal. Menit-menit pertama touring, panorama alam yang disaksikan turis baik-baik saja. Beberapa turis Singapura berdecak kagum. Pemandangan tersebut langkah di negara mereka.

Ada panorama rumah-rumah kayu berderet di bantaran hulu. Ada pemandangan pelantar warga. Semuanya indah dan bikin puas turis.

Tapi, beberapa menit kemudian saat memasuki hutan mangrove, mulailah bermunculan sampah di antara pohon-pohon bakau.

“Awalnya bagus dan menarik, begitu masuk ke hutan bakau, brak, sampah. Lah, malu sekali,” kata Rizal.

Turis pun memotret sampah-sampah tersebut dan menujukan kepadanya.

"Hei Rizal, kok kotor sekali, mengapa sampah banyak sekali,” kata dia.

Sebagai tour guide yang lekat dengan dunia wisata, Rizal berharap, harus ada edukasi perihal manajemen sampah. Peran stakeholder terkait juga sangat penting.

“Kita kan di sini jualan wisatanya kan alam, jadi perlu edukasi untuk menjaga kebersihan alam,”kata dia. (min)

Penulis: Aminnudin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved