BATAM TERKINI

Sudah Dirazia Tapi Warnet Tetap Bandel Buka Malam Hari, Ini Alasan Mereka

Meski sudah beberapa kali dirazia, namun para pengusaha warnet di Batuaji tetap bandel dengan membuka usaha di malam hari melewati batas aturan.

Sudah Dirazia Tapi Warnet Tetap Bandel Buka Malam Hari, Ini Alasan Mereka
tribun batam
Ilustrasi warnet 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Keberadaan warung internet (warnet) di Batuaji kembali meresahkan warga.

Pasalnya meski sudah beberapa kali dilakukan razia oleh Kecamatan dan pihak kepolisian, namun pengusaha warnet tetap membandel dan membuka sampai lewat batas waktu yang ditentukan.

Keberadaan warnet tersebut dirasakan warga sangat merusak mental anak anak, pasalanya banyak pengusaha warnet yang tidak menuruti aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah kota Batam.

Informasi yang dikembangkan Tribun Batam di lapangan, Jumat (4/1/2019) dari salah satu pengusaha warnet di daerah Fanindo Batuaji, yang enggan menyebutkan namanya, mereka mengaku sangat sulit mengikuti aturan yang dibuat Pemerintah Kota Batam.

Baca: Malas Ambil Paspor ke Kantor Imigrasi? Tenang, Bisa Dikirim Lewat Pos. Begini Caranya!

Baca: Sudah Punya 82 Unit Trans Batam, Walikota Batam Minta Tambah 40 Unit Lagi

Baca: Syahrini dan Reino Barack Santer Dikabarkan Akan Menikah, Ini Tanggapan Peramal Wirang Birawa

Baca: Mulai 8 Januari Tak Ada Lagi Bagasi Gratis Lion Air, Warga: Masak Penumpang Bawa Baju Harus Bayar

Baca: TIPS - Tiap Bulan Selalu Tekor? Cek Dulu 5 Tips Mengatur Gaji Agar Tak Cepat Ludes

TONTON JUGA:

"Namanya saja sudah usaha, kalau kita terpaku terhadap aturan kapan kita balik modal, mendirikan usaha ini bukan tidak menggunakan modal," kata Sumber.

Sumber mengatakan, pengguna jasa warnet lebih banyak malam hari dibandingkan siang hari.

"Kalau siang hari, siapa yang menjadi pelanggan kita, kalau malam hari pelanggan banyak, seperti pekerja umumnya anak kos," katanya.

Pemilik warnet tersebut juga menjelaskan mereka tak membatasi pelanggan yang datang apakah kalangan anak-anak atau dewasa.

"Usaha kita ini membutuhkan pelanggan, yang penting kalau dia (pelanggan_red) punya uang tetap kita layani, makanya kita selalu bayar dulu baru main," ungkapnya.

Sebab, jika mereka membatasi pelanggan, sudah tentu mereka tidak mendapatkan pelanggan.

"Kita bukan tidak mau mengikuti aturan pemerintah, tetapi kalau kita rugi apakah mereka mau membayar kerugian kita. Yang jelas setiap bulan kita harus bayar wifi, kita juga harus bayar sewa ruko, pernah tidak pemerintah memikirkan hal tersebut," katanya.

Di tempat terpisah Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe mengaku sangat menyesalkan usaha warnet yang buka sampai larut malam.

"Beberapa kasus curanmor yang kita amankan, pelakunya selalu mengakui uang hasil kejahatan dihabiskan bermain warnet," kata Syafruddin.

Dia berharap sinergi antar pemberi izin dengan penegak hukum dan juga pemerintah setempat agar lebih diefektifkan.

"Selama ini beberapa kali kita lakukan razia bersama camat, hanya sebatas himbauan saja, ini yang membuat pengusaha warnet tidak ada efek jera,"kata Syafruddin. (ian)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved