TANJUNGPINANG

Rencana Pemko Tanjungpinang Pindahkan Lokasi Pasar Malam Imlek 2019 Tuai Protes. Ini Sebabnya

Rencana Pemko Tanjungpinang memindahkan lokasi Pasar Malam Imlek 2019 menuai protes dari masyarakat Tionghoa

Rencana Pemko Tanjungpinang Pindahkan Lokasi Pasar Malam Imlek 2019 Tuai Protes. Ini Sebabnya
TRIBUNBATAM.id/THOM LIMAHEKIN
Lokasi baru Pasar Malam Imlek 2019 di jalan Teuku Umar Tanjungpinang 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGINANG- Rencana Pemko Tanjungpinang memindahkan lokasi Pasar Malam Imlek 2019 menuai protes dari masyarakat Tionghoa.

Selama ini lokasi Pasar Malam Imlek berjejer di sepanjang jalan Merdeka dan jalan Pasar dari arah Pelantar II, yang menyatu di depan Viraha Bahtra Sasana atau Vihara Tua Tian Hou Kong.

Namun, kali ini Pemko Tanjungpinang mengubah lokasinya di sepanjang jalan Teuku Umar menuju KFC dan GOR Kaca Puri.

Baca: Selama 2018, Sudah 2.456 Pasangan Suami Istri Ajukan Perceraian. Kebanyakan Dipicu Faktor Ekonomi

Baca: WASPADALAH! Musim Angin Kencang, Berhati-hatilah Melintas di Dekat Tiang Lampu Jalan di Batuaji Ini

Baca: Mulai Besok Bagasi Lion Air Wajib Bayar, Manajemen Bantah Kebijakan Itu Dampak Kecelakaan PK-LQP

Baca: BERITA PERSIB - Dirumorkan Tinggalkan Persib, Victor Igbonefo Langsung Bereaksi. Ini Katanya

"Sejak 2004, Pasar Malam Imlek selalu berlangsung di lokasi lama. Tetapi sekarang pemerintah ubah ke lokasi baru. Makanya kami protes," ungkap Tye Tji alias Acu kepada TRIBUNBATAM.id, Senin (7/1/2019) siang.

Mantan Ketua RW Pelantar II ini menceritakan, beberapa waktu lalu Wakil Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma dan Sekdako Tanjungpinang Riono menggelar pertemuan dengan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Pemko Tanjungpinang menyatakan akan mengubah lokasi Pasar Malam Imlek ini.

"Saya langsung protes. Karena saya tidak setuju," tegas Acu.

Ternyata Acu tidak sendirian. Ada puluhan pemilik rumah toko (Ruko) di sepanjang jalan Pasar Ikan, jalan Pasar dari arah Pelantar II dan jalan Merdeka pun menyatakan sikap yang sama.

Secara spontan tanda tangan petisi pun bermunculan. Sekitar 50 pemilik usaha di sepanjang ruas-ruas jalan itu membubuhkan tanda tangan penolakan terhadap kebijakan Pemko Tanjungpinang tersebut.

Mereka mendasarkan sikapnya pada beberapa alasan yang juga dituangkan dalam surat penyataan tersebut.

Misalnya, selama ini lokasi Pasar Malam Imlek sudah biasa dilakukan di lokasi itu yang berhadapan dengan Viraha Bahtra Sasana, selama 15 tahun penyelenggaraan Pasar Malam Imlek tidak terjadi masalah apa pun.

Para pemilik tempat usaha di sekitar ruas-ruas jalan tersebut berharap agar Pasar Malam Imlek bisa menaikkan omset mereka.

Ada kekhawatiran keramaian di sekitar lokasi Jalan Teuku Umar bisa mengganggu ibadah umat agama lain sebab beberapa rumah ibadah yang berada dekat ujung jalan tersebut. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved