Karimun Terkini

Dua Ruang Sekolah Yaspika Ludes Terbakar. Wakil Bupati Karimun Lihat Siswa Belajar di Laboratorium

Anwar Hasyim mendatangi Madrasah Tsanawiyah (MTS) Yaspika yang dua ruang kelasnya terbakar pada Selasa (22/1/2019) dini hari

Dua Ruang Sekolah Yaspika Ludes Terbakar. Wakil Bupati Karimun Lihat Siswa Belajar di Laboratorium
Tribunbatam.id/Elhadif Putra
Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim melihat kondisi sekolah MTs Yaspika yang terbakar. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kebakaran dua ruang kelas Madrasah Tsanawiyah (MTS) Yaspika mendapat prihatian serius dari Wakil Bupati Karimun.

Anwar Hasyim mendatangi Madrasah Tsanawiyah (MTS) Yaspika yang dua ruang kelasnya terbakar pada Selasa (22/1/2019) dini hari.

Kepada pihak sekolah Anwar mengimbau agar segera membuat proposal pengajuan pembangunan gedung. Pasalnya kursi, meja serta ruangan kelas VIII tersebut tidak dapat dipakai lagi.

Sekolah Yaspika di Karimun Terbakar. Dua Ruang Kelas Ludes, Meja dan Kursi Siswa Hangus

Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PDAM Tirta Karimun Sudah Ditahan, Saksi yang Lama Kembali Dipanggil

BREAKINGNEWS. Puluhan Karyawan PT KDH Datangi Mapolres Karimun, Laporkan Penggelapan Iuran BPJS

"Kita akan lihat seperti apa aturan yang ada dalam hal menyalurkan bantuan dari pembangunan dari pemerintah daerah. Segera lengkapi datanya sebagai kekuatan dari proposal. Kalau tidak ada aturan larangan ya sepenuhnya akan kita bantu," kata Anwar.

Saat ini puluhan siswa-siswi dari kedua kelas yang terbakar menjalani proses belajar di laboratorium sekolah. Para siswa belajar dengan duduk di lantai atau lesehan.

Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, Jamzuri yang ikut mengunjungi MTs Yaspika mengatakan pihaknya juga sedang mencari cara mendapatkan meja dan kursi bagi siswa.

"Untuk sementara jika tidak memungkinkan kami akan koordinasi dengan sekolah terdekat agar anak-anak ini bisa menumpang sementara," ujarnya.

Jamzuri menambahkan pihaknya akan segera membuat permohonan langsung kepada pemerintah pusat melalui Kementerian. Hal ini dikarenakan di tahun ini Kemenag Karimun belum memiliki dana untuk perbaikan sekolah. Sementara diketahui MTs berada di bawah kewenangan Kemenag.

"Kita upayakan srsegera mungkin untuk sampaikan ke Pemerintah Pusat. Dan juga pengajuan anggaran bantuan ke pihak lain, mulai dari Pemkab Karimun dan Pemprov Kepri," tambahnya.

Disampaikan Jamzuri, untuk dana perbaikan dua ruang kelas hingga memenuhi kelengkapan belajar mengajar di MTs Yaspika diperkirakan mencapai Rp 500 juta. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved