KARIMUN TERKINI

Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PDAM Tirta Karimun Sudah Ditahan, Saksi yang Lama Kembali Dipanggil

Dua tersangka, Zu selaku Kepala PDAM Cabang Tanjung Batu dan Ne selaku staf produksi PDAM Tanjung Batu telah ditahan di Rutan Kelas II Karimun

Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PDAM Tirta Karimun Sudah Ditahan, Saksi yang Lama Kembali Dipanggil
TRIBUNBATAM.id/ELHADIF PUTRA
Tersangka kasus dugaan korupsi PDAM Tirta Karimun, Zu dan Ne saat digiring ke Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Penanganan kasus dugaan korusi biaya operasional PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung batu masih berlanjut.

Dua tersangka, Zu selaku Kepala PDAM Cabang Tanjung Batu dan Ne selaku staf produksi PDAM Tanjung Batu telah ditahan di Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun sejak Kamis (3/1/2019).

Kasubsi Pidum dan Pidsus Cabjari Tanjungbatu, Dedi Simatupang mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap para saksi dan penguatan alat bukti.

"Saksi yang kita panggil masih yang lama untuk mencari keterangan yang baru. Mana tahu ada perubahan. Tapi sampai sekarang masih sama dan belum ada yang baru," kata Dedi, Senin (21/1/2019).

Dedi menyebutkan, pihaknya sedang melakukan proses pemberkasan, sebelum pelimpahan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

"Untuk sekarang dalam tahap pemberkasan. Kita tengah menyusun berkasnya. Mungkin kita limpahkannya buoan depan" jelasnya.

TRIBUNWIKI - Daftar Nama Rumah Sakit di Batam

BREAKINGNEWS. Puluhan Karyawan PT KDH Datangi Mapolres Karimun, Laporkan Penggelapan Iuran BPJS

Hasil Klasemen dan Top Skor Liga Italia Setelah Juventus dan AC Milan Menang. Ronaldo Masih 13 Gol

Komentar Mahfud MD soal Pembebasan Abu Bakar Baasyir dan Sikap Australia Mencak-mencak

Ditambahkan Dedi, hingga saat ini, kedua tersangka masih belum memberikan keputusan apakah akan mengembalikan dugaan kerugian negara yang disebabkan oleh kasus itu.

"Kerugian negara sudah kami sampaikan. Tapi mereka masih belum memberikan keputusan mau dikembalikan atau gak. Kalau kondisi keduanya baik. Minggu lalu waktu saya jenguk sekalian BAP lanjutan mereka baik dan juga koperatif," ujar Dedi.

Diberitakan sebelumnya Zu dan Ne langsung ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Cabjari Tanjung Batu.

Dari hasil pemeriksaan pihak Kejaksaan, modus yang dilakukan oleh keduanya adalah Ne diperintahkan oleh Zu untuk membeli solar untuk operasional PDAM.

Selain mengambil alih tugas yang seharusnya dilakukan oleh bendahara, Ne juga membuat nota-nota pembelian yang diduga fiktif.

"Kita mengumpulkan bukti berupa Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) fiktif, nota konsultan dan surat-surat pembuktian LPJ tersebut palsu. Untuk PDAM Karimun mereka tidak mengetahui dugaan korupsi ini. Mereka menerima laporan yang sudah dimanipulasi dari PDAM Tanjung Batu," kata Dedi.

Berdasarkan audit pihak BPKP Kepri, dugaan kerugian negara yang ditimbulkan kasus ini sekitar Rp 348 juta.

Sementara jumlah saksi yang diperiksa penyidik sebanyak 34 orang, yang terdiri dari internal PDAM, penyedia solar serta saksi lainnya. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved