KPU Batam Tetapkan Tiga Penderitaan Ganguan Jiwa Masuk Dafatar Pemilih Tetap

Dari 57 orang masyarakat Batam yang alami gangguang jiwa di Yayasan Alfatih di Nongsa,hanya tiga orang yang masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)

KPU Batam Tetapkan Tiga Penderitaan Ganguan Jiwa Masuk Dafatar Pemilih Tetap
Tribunbatam.id/Alfandi
Sudarmadi, Komisioner KPU Batam, Divisi Program dan Data 

Tiga Penderitaan Ganguan Jiwa Masuk Dafatar Pemilih Tetap Pesta Pemilu 2019

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam masukkan tiga orang masyarakat Batam penderita ganguan jiwa dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pesta pemilu 2019.

Komisioner KPU Batam, Divisi Program dan Data Sudarmadi menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan KPU bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam terhadap warga batam yang menderita Ganguan Jiwa.

Dari 57 orang masyarakat Batam yang alami gangguang jiwa di Yayasan Alfatih di Nongsa,hanya tiga orang yang masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilihan umum (Pemilu) April 2019.

Sebanyak 57 orang masyarakat Batam yang alami gangguan jiwa ini juga terdata di Yayasan Alfatih Nongsa, karena di Kota Batam tidak ada rumah sakit jiwa.

"Dari 57 orang yang terdata, hanya 3 orang yang bi

Setiap ke Pulau, Nurdin Selalu Datangi Sekolah: Saya Ingin Dengar Langsung Kebutuhan Mereka

Wagub Kepri Isdianto Kunjungi SMAN 2 Karimun: Jemput Prestasi dan Masa Depan Kalian!

Batal Main Futsal, Dua Pria Dibacok Lawannya. Dikejar Pelaku dengan Senjata Tajam

Batal Main Futsal, Dua Pria Dibacok Lawannya. Dikejar Pelaku dengan Senjata Tajam

sa masuk dalam DPT, karena yang lainya identitasnya tidak lengkap. Khususnya data Nik e-KTPnya," tuturnya, Selasa (22/01/2019).

Sudarmadi juga menyebutkan, alasan lain kenapa hanya sedikit Warga gangguang jiwa yang berada di yayasan Al-fatih yang masuk dalam DPT, dikarenakan gangguan jiwa yang diderita juga sudah parah, sehingga tidak memungkinkan untuk dimasukkan kedalam DPT.

"Ketika kita (KPU Batam red) survei ke yayasan tersebut memang kita melihat banyak yang gangguan jiwanya sudah parah dan memang tidak bisa mengikuti pemilu. Salah satunya ada yang beretiak-teriak saat orang datang dan itu tidak mungkin diikut sertakan dalam pemilu," jelasnya.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved