Anambas Terkini

Dihadang Ombak Besar, Kapal Ferry Tidak Bisa Berlayar. Bukit Raya Kini Jadi Primadona Warga Anambas

Hadirnya kapal Bukit Raya ini pun, dimanfaatkan oleh sejumlah penumpang untuk mengangkut kebutuhan pokok, seperti telur ayam, dan bawang merah

Dihadang Ombak Besar, Kapal Ferry Tidak Bisa Berlayar. Bukit Raya Kini Jadi Primadona Warga Anambas
Tribunbatam.id/Septyan Mulia Rohman
Masyarakat Anambas saar turun dari kapal Bukit Raya di Pelabuhan Jemaja, Rabu (24/1/2019). 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Minat masyarakat Anambas menggunakan kapal Bukit Raya terbilang masih tinggi.

Alex seorang warga mengatakan, jumlah penumpang memang begitu padat saat naik dari Pelabuhan Sri Bayintan Pura, Kijang Kabupaten Bintan Rabu (23/1) sore kemarin.

"Penuh dari Kijang. Banyak yang tidur di sisi dek," ujarnya Kamis (24/1/2019).

Menurutnya, penumpang yang banyak menggunakan jasa transportasi laut ini, dikarenakan kapal ferry yang biasa melayani Tanjungpinang-Jemaja-Tarempa untuk sementara belum bisa beroperasi karena cuaca di laut yang kurang mendukung untuk berlayar.

"Sepertinya ke situ. Dalam perjalanan tadi pun, gelombang laut kuat juga. Sisi samping dek 5 kapal sampai basah terkena air laut yang masuk," ungkapnya.

Tidak hanya mengangkut orang. Hadirnya kapal Bukit Raya ini pun, dimanfaatkan oleh sejumlah penumpang untuk mengangkut kebutuhan pokok, seperti telur ayam, dan bawang merah.

Beberapa dari penumpang memang menunggu trip kapal Pelni dengan kapasitas 970 orang itu untuk mengangkut kebutuhan pokok untuk di Anambas maupun Natuna.

Kapal Feri Tak Beroperasi, Warga Anambas Bepergian dengan Kapal Pelni

Wow, Kini Sudah Ada Lipstik Miss V, Simak Fungsi dan Manfaatnya

Sidang Sabu 19,7 Kg di Karimun - Divonis 19 Tahun Penjara, Denda Rp 1 M, Mata Firdaus Berkaca-kaca

"Sangat terbantu lah Bang. Kalau tidak ada kapal ini, sudah pasti repot," ujar Yanti seorang penumpang saat ditemui di Jemaja.

Pemerintah Daerah pun, diketahui telah mengirimkan surat ke Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dan Direktur PT. Pelni (Persero).

Surat yang dilayangkan pada 26 Desember 2018 itu meminta kepada PT. Pelni untuk tetap memberlakukan rute pendek dan rute panjang dalam melayani transportasi laut bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas.

Permintaan ini dilakukan karena masuknya musim gelombang tinggi yang disertai angin kencang di perairan Laut Anambs dan Natuna, selain kapal Bukit Raya yang menjadi pilihan utama masyarakat Anambas.

Seperti diketahui, selain melayani masyarakat Anambas dan Natuna, kapal Bukit Raya juga berlayar menuju Pontianak, Jakarta dan Blinyu hingga Surabaya.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved