KARIMUN TERKINI

Kapal Tanker MT Tabonganen 19 Karam di Karimun - BC Sebut Sudah Diserahkan ke Kejaksaan

Namun sejak Juli 2016, kapal tanker itu sudah menjadi kewenangan pihak Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun

Kapal Tanker MT Tabonganen 19 Karam di Karimun - BC Sebut Sudah Diserahkan ke Kejaksaan
TRIBUNBATAM
Kapal tanker tenggelam di Perairan Karimun, Jumat (25/1/2019). TRIBUN BATAM/RACHTA YAHYA 

Kapal Tanker MT Tabonganen 19 Karam di Karimun - BC Sebut Sudah Diserahkan ke Kejaksaan

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kapal Tanker MT Tabonganen 19 yang ditemukan karam di perairan depan Tanjungbalai Karimun, Jumat (25/1/2019) sekitar pukul 14.00 WIB, ternyata tanker bermasalah.

Tanker tersebut merupakan barang bukti hasil tangkapan Kanwil Khusus Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Provinsi Kepulauan Riau sekitar tahun 2016.

Namun sejak Juli 2016, kapal tanker itu sudah menjadi kewenangan pihak Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Humas Kanwil Khusus DJBC Kepri, Refli Feller Silalahi saat dikonfirmasi TribunBatam.id, Jumat.

"Iya tapi sudah kami serahkan kepada kejaksaan sejak Juli 2016," ujar Refli singkat.

Satu unit kapal tanker ditemukan tenggelam di sekitar perairan depan Tanjungbalai Karimun, Jumat (25/1/2019) sekitar pukul 14.00 WIB.

BREAKINGNEWS Kapal Tanker Tenggelam di Perairan Depan Tanjungbalai Karimun

Kapal Karam Saat Digiring Bea Cukai di Kepulauan Meranti. Manifest Pemilk dan Bea Cukai Berbeda

Kapal Karam di Sekupang, Polisi Langsung Evakuasi ABK dan Nakhoda Tugboat Tarik Tongkang

Saat ini kondisi kapal tanker hanya meninggalkan bagian samping.

Sementara keseluruhan badan kapal lainnya sudah terbenam.

Di sekitar lokasi juga tercium bau minyak yang diduga kuat berasal dari kapal tanker yang tenggelam itu.

Saat TribunBatam.id ke lokasi tenggelamnya kapal tanker tersebut, kelihatan nama Tabonganen 19.

Tidak ada terlihat satu orang petugas pun yang mengawal lokasi tenggelamnya tanker tersebut.

Padahal lokasi tenggelamnya kapal berbadan raksasa itu berada di alur pelayaran. Selain itu posisinya juga hanya berkisar 10 menit perjalanan laut menggunakan pompong mesin ketinting. 

Bujang, seorang pemilik pompong mengatakan dirinya mendapati kapal tanker tersebut dalam posisi miring sejak Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

"Pagi tadi saya lihat masih miring, sekitar pukul 10. Saya lagi jemput penumpang di Kolong," kata Bujang. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved