Karimun Terkini

Kapal Karam Saat Digiring Bea Cukai di Kepulauan Meranti. Manifest Pemilk dan Bea Cukai Berbeda

Refli memilih bungkam saat disinggung perihal keterangan pemilik kapal yang menyebutkan adanya penyampaian manifest kapal dalam inward manifest

Kapal Karam Saat Digiring Bea Cukai di Kepulauan Meranti. Manifest Pemilk dan Bea Cukai Berbeda
SCRREENSHOT FACEBOOK
Ilustrasi kapal karam tabrak karang di Jemaja, Anambas. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kanwil Khusus Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepri menegah KM Dua Bersaudara 88 di sekitar perairan Tanjung Kungkung, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Jumat (18/1/2019) sekitar pukul 16.30 WIB.

Namun kemudian penegahan tersebut menjadi simpang siur dan kontroversi. Pihak Kanwil Khusus DJBC Kepri menyebut KM Dua Bersaudara 88 diduga melanggar aturan kepabaenan.

Pasalnya kapal tidak mencantumkan jenis muatan dalam inward manifest, padahal kapal penuh dengan muatan.

Bantu Selundupkan Barang Mewah, Pegawai Bea Cukai Ini Minta Imbalan Berhubungan Intim

Oknum Bea Cukai Tiduri 14 Kliennya sebagai Imbalan Loloskan Barang Mewah. Begini Modusnya

Ribuan Mobil Mewah Merapat di Bintan, Bea Cukai Pastikan Tak Pungut Pajak

“Dokumen kapal berupa manifes yang diberitahukan nil cargo, padahal kapal penuh dengan muatan,” ujar Humas Kanwil Khusus DJBC Kepri, Refli Feller Silalahi, Senin (21/1/2019).

Namun Refli memilih bungkam saat disinggung perihal keterangan pemilik kapal yang menyebutkan adanya penyampaian manifest kapal dalam inward manifest. Alih-alih menjawab, Refli mengatakan, pihaknya tetap berpegang pada rilis yang disampaikan kepada media.

“Kami tetap berpegang pada rilis yang kami keluarkan yah, data lebih lanjutnya masih dalam tahap pengembangan guna kepentingan penyidikan,” kata Refli.

Berdasarkan inward manifest yang didapat Tribunbatam.id, KM Dua Bersaudara 88 mengangkut muatan seperti minuman kaleng ringan, campuran peralatan rumah tangga, kasur, cat berbagai merek dari Batu Pahat, Malaysia tujuan pelabuhan Pelindo I, Selat Panjang.

Inward manifest tertulis dikeluarkan KPPBC Bengkalis untuk kedatangan kapal pada 18 Januari 2019.

Mirisnya lagi, KM Dua Bersaudara 88 tenggelam saat dalam proses penarikan ke Kanwil Khusus DJBC Kepri di Tanjungbalai Karimun oleh kapal patrol BC 20004.

Perihal karamnya kapal asal Selat Panjang tersebut dikatakan Refli dikarenakan kerusakan. Bahkan kerusakan sudah terjadi sebelum kapal patrol BC 20004 bertemu dengan KM Dua Bersaudara 88 itu.

Personel di kapal patrol BC 20004 juga dikatakan Refli sempat memberikan pertolongan pertama untuk mengatasi kerusakan kapal sambil dilakukan pemeriksaan awal.

“Setelah dilakukan penanganan atas kerusakan tersebut, kapal layak jalan kemudian dibawa ke dermaga Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau karena diduga terjadi tindak pidana di bidang Kepabenanan. Di tengah perjalanan ternyata cuaca semakin memburuk sehingga mengakibatkan kondisi kapal semakin parah dan akhirnya tenggelam,” ujar Refli.

Nahkoda dan ABK serta beberapa barang bukti, dikatakan Refli dapat diselamatkan. Namun saat ditanya muatannya, Refli tidak menjawabnya.

“Saat ini sedang dalam proses penyidikan oleh Kanwil DJBC Khusus Kepri,” katanya. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved