BATAM TERKINI
Tak Bisa Order Sembarangan, Taksi Online di Batam Bakal Miliki Titik Jemput Penumpang
Para penumpang taksi online di Batam nantinya tak akan bisa order di sembarang tempat tapi akan ditentikan titik penjemputan sesuai kesepakatan.
Laporan Wartawan Tribunbatam.id : Dipa Nusantara
Taksi Online dan Konvensional Bakal Menentukan Titik Jemput Penumpang di Wilayah Batam
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Jumat (25/1/2019) pagi, telah diselenggarakan rapat koordinasi terkait penerapan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 Tahun 2018 di Dinas Perhubungan Kota Batam.
Dalam rapat tersebut, akhirnya pihak taksi online dan taksi konvensional dapat duduk bersama untuk menyepakati lokasi titik jemput penumpang di beberapa wilayah Kota Batam.
"Kita berusaha untuk memfasilitasi antara kedua belah pihak. Ini hanya untuk menjaga situasi yang kondusif bagi Kota Batam", ujar Rustam Effendi selaku Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam kepada TRIBUNBATAM.ID, Jumat (25/1/2019) pagi.
Rustam berharap dengan diselenggerakannya rapat koordinasi ini, permasalahan yang sering terjadi di antara kedua belah pihak dapat segera diselesaikan.
"Ini wujud dari kearifan lokal yang kita ambil. Untuk teknis, biarlah kita serahkan ke Dishub Provinsi", ujarnya kemudian.
Pada rapat koordinasi tersebut, sempat terjadi perbedaan pendapat terkait lokasi titik jemput penumpang yang dibahas.
• Ribut Terus, Taksi Online dan Taksi Konvensional Batam Akhirnya Duduk Bersama. Ini Hasilnya
• Ini Penyebab Keributan Driver Taksi Online dan Taksi Konvensional di Batam
• VIDEO Keributan Taksi Online vs Taksi Konvensional di Kawasan BCS Mall Batam. Ternyata Ini Pemicunya
• Tertimbun Material, Jenazah Suami Istri Korban Longsor Ditemukan Berpelukan
"Santai saja pak, tidak usah terlalu tegang", ucap Rustam ketika kedua belah pihak mengeluarkan pendapatnya dalam forum dengan penuh semangat.
Rapat terkait titik jemput penumpang ini akan dibahas kembali jika belum ada kesepakatan di antara kedua belah pihak.
"Mediasi kali ini untuk menetapkan titik jemput penumpang, agar ke depan kita juga mudah untuk mensosialisasikannya terhadap masyarakat Kota Batam", ujar Defrizal, selaku perwakilan taksi online di tempat terpisah.
Defrizal menambahkan bahwa ketika kesepakatan telah dilakukan, akan lebih memudahkan para pemakai jasa taksi online untuk memesannya di tiap titik yang ada.
"Ini juga biar memudahkan kita untuk mencari rezeki, biar aman. Kan kita kerja juga untuk keluarga", ujarnya lagi.
Menurut Anto Duha, selaku Dewan Pembina FKPTB Batam, pihak taksi konvensional hanya ingin semuanya berjalan sesuai prosedur.
"Saya tidak ingin ini permasalahan ini terjadi berlarut-larut. Kita juga menghormati taksi online kok jika berjalan sesuai aturan", ujarnya di tempat terpisah.
Ia berharap tidak ada lagi terjadi kericuhan jika kesepakatan ini nantinya telah diberlakukan.
"Kita masih menunggu pembahasan selanjutnya terkait titik penjemputan ini", ujarnya menutup pembicaraan.
Untuk sementara waktu, pembahasan titik jemput penumpang ini masih menunggu kesepakatan antara kedua belah pihak. (dna)