PEMILU 2019

KPU Batam Hampir Rampung Susun DPTb dan DPK Pemilu 2019

sejauh ini Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) sudah memasuki tahapan akhir. Begini penjelasan KPU Batam

KPU Batam Hampir Rampung Susun DPTb dan DPK Pemilu 2019
Logo Pemilu 2019 

KPU Batam Hampir Rampung Susun DPTb dan DPK Pemilu 2019

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menjelang pesta demokrasi yang tinggal menghitung hari, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam memetakan progresnya.

Di mana sejauh ini Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) sudah memasuki tahapan akhir.

"Tahapan DPTb dan DPK ini sudah dimulai sejak Januari 2019 lalu. Sedangkan DPT sudah final 100 persen sejak Desember 2018 kemarin," ujar Divisi Program dan Data KPU Kota Batam, Sudarmadi, Rabu (27/2/2019).

Diakuinya, terkait DPK dan DPTb, pihaknya akan memplenokan secara berjenjang. Tingkat TPS tanggal (3/3/2019) mendatang dan secara nasional 17 Maret 2019 hingga 18 Maret 2019 mendatang

Ia menambahkan DPTb adalah daftar pemilih tambahan, orang yang berpindah dari luar daerah ke Batam atau sebaliknya. Dan DPK adalah orang yang sudah memenuhi syarat tetapi belum terdaftar di DPT.

Gaji Honorer Masih Ditanggung APBD, Pemko Batam Tunggu Aturan Pusat Soal Gaji PPPK

HEBOH, Satpol PP Temukan Group WhatsApp Porno Pelajar SMP, Anggotanya Ada yang Masih SD

Hadiri Pernikahan Syahrini, Lihat Penampilan Maia Estianty yang Tenteng Tas Harga Puluhan Juta

59 Orang Tak Lulus Tes, Hanya 114 Tenaga Honorer K2 Pemko Batam Lulus Tes PPPK

Reino Barack Resmi Menjadi Suami Syahrini, Ini yang Diungkapkan Ayu Dewi untuk Luna Maya

"Anak-anak SMA berusia 17 tahun bisa dimasukkan di DPK," katanya.

Sejauh ini persoalan yang sering terjadi adalah data ganda dan data orang yang sudah meninggal namun masih terdata sebagai DPT. Sudarmadi menyebutkan untuk solusi pemilihan ganda akan diberikan tanda kode.

"Saat pembagian di TPS tak lagi keluar C6 atau pemberitahuannya. Karena pasalnya memang tak bisa lagi dihapus," tuturnya.

Sementara itu, perihal orang yang sudah meninggal namun masih memiliki DPT, Sudarmadi mengatakan hal tersebut dikarenakan datanya tidak terupdate. Sanak keluarga yang sudah meninggal tidak mengurus surat kematian kepada Dinas Kependudukan.

"Biasanya karena ada ahli warislah baru diurus surat kematian. Harusnya diurus ke Disduk sehingga bisa dibuat surat kematiannya," tegasnya.

Ditempat yang sama Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bengkong, Agusdianto mengakui untuk pemilih di Kecamatan Bengkong, DPT berjumlah 63.036 yang terdiri dari 260 TPS.

"Untuk DPTb berjumlah 305 pemilih (yang terdaftar di DPT karema hal-hal tertentu dia pindah). Selanjutnya tanggal 3 maret kami plenokan. Sedangkan DPK jumlahnya 1.062 pemilih," katanya.

Ia melanjutkan sejauh ini tak ada kendalanya. Pihaknya berharap masyarakat ikut berpartisipasi dalam pemilu, jika masih ada yang belum terdaftar segera melapor.

"Kami PPK dan PPS kecamatan Bengkong, selalu menginformasikan kepada masyarakat terkait pemilu. Karena DPK ini masih ada sampai hari H. Namun lebih baik secepatnya masyarakat yang belum terdaftar harus melapor, supaya bisa diketahui datanya dan bisa di dorong ke DPT. DPK jam 12 sampai jam 1. Segera laporkan ke kami, Bawa Fotokopi el dan KK," paparnya. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved