ANAMBAS TERKINI

Pelaksanaan UNBK Pertama Tingkat SMP di Anambas, Provinsi Hanya Restui Satu Sekolah

"Tadinya ada tiga sekolah. SMPN 1 Siantan, SMPN 2 Siantan dan di SMPN 1 Palmatak. Namun, dari provinsi menyetujui satu saja, yang di SMPN 1 Palmatak.

Pelaksanaan UNBK Pertama Tingkat SMP di Anambas, Provinsi Hanya Restui Satu Sekolah
TRIBUNBATAM/ALFANDI SIMAMORA
Ilustrasi UNBK 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Anambas hanya dilakukan di satu sekolah.

Nurman, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, pihaknya menargetkan tiga sekolah untuk dilaksanakan UNBK. Namun, dikarenakan perangkat komputer yang rusak akibat dilanda banjir, maka hanya satu sekolah yang mendapat persetujuan untuk pelaksanaan UNBK itu.

"Tadinya ada tiga sekolah. SMPN 1 Siantan, SMPN 2 Siantan dan di SMPN 1 Palmatak. Namun, dari provinsi menyetujui satu saja, yang di SMPN 1 Palmatak. Insya Allah tahun ini kami laksanakan UNBK itu," ujarnya Rabu (13/3/2019).

Ia menjelaskan kalau pelaksanaan UNBK untu jenjang SMP sederajat merupakan kali pertama dilakukan di Anambas.

AFC CUP 2019 - Siaran Langsung MNC TV, PSM Makassar vs Lao Toyota Rabu (13/2) Jam 15.30 WIB,

PRABOWO KE BATAM - Tak Cuma Orasi, Prabowo Subianto Juga Akan Bagikan Buku Hasil Karyanya

Rakornas Bawaslu, Muhamad Zaini: Ada 165 Kasus ASN Ikut Politik Praktis

Sinopsis Sinetron Cinta Buta SCTV, 13 Maret 2019, Aulia Paksa Aslan Ungkap Penyamaran Sebagai Reyhan

Dalam satu kelompok, nantinya akan diisi oleh 30 peserta ujian. Adapun untuk soal ujian, terdapat aturan dimana presentse bobot pusat sebesar 25 persen dan 75 persen dari daerah.

"Untuk soal umumnya kami yang buat. ‎Tenaga pengajar pun sudah dilatih," ungkapnya. Ia pun kurang mengetahui dengan pasti berapa jumlah peserta yang mengikuti UNBK.

Ia hanya mengatakan kalau terdapat 26 SMPN di Anambas.

Nurman menyebut kalau pelaksanaan UNBK ini rencananya akan dilaksanakan setelah pesta demokrasi.

"Untuk yang ikut Ujian Nasional, saya kurang hapal. Tapi ratusan peserta juga rasanya," bebernya.

Ia pun menilai pelaksanaan UNBK lebih efisien.

Selain lebih irit dari sisi operasional, menurutnya pelaksanaan UNBK tidak memerlukan pengamanan, berbeda seperti Ujian Nasional dengan menggunakan kertas dan pensil.

Selain itu, kemungkinan untuk melakukan kecurangan oleh peserta semisal menyontek kecil untuk dilakukan.

Ini dikarenakan soal yang berbeda serta diteriman oleh tiap peserta.

"Lebih bagus komputer, biayanya lebih irit. Tidak perlu pengamanan juga. ‎Nantinya ada instrukturnya," ungkapnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved