KARIMUN TERKINI

Yusuf Sirat Minta Support Pusat dan Provinsi, Bangunkan Pelabuhan-Bandara Representatif di Karimun

"Tanpa didukung oleh pelabuhan bongkar-muat kontainer dan bandara yang representatif yang standar nasional bahkan internasional. Maka program FTZ akan

Yusuf Sirat Minta Support Pusat dan Provinsi, Bangunkan Pelabuhan-Bandara Representatif di Karimun
TRIBUNBATAM.id
Ketua DPRD Karimun Muhammad Yusuf Sirat 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Ketua DPRD Karimun Muhammad Yusuf Sirat meminta pemerintah pusat dan provinsi Kepri membantu Pemkab Karimun untuk mewujudkan keinginan memiliki pelabuhan dan bandar udara yang representatif.

Yusuf melihat keberadaan dua pintu gerbang Karimun itu akan sangat mendukung dunia investasi khususnya di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Karimun.

Sementara di satu sisi Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Karimun dikatakannya sampai saat ini baru bisa meningkat sarana dan prasarana jalan sekitar kawasan industri dan jalan pesisir barat.

"Tanpa didukung oleh pelabuhan bongkar-muat kontainer dan bandara yang representatif yang standar nasional bahkan internasional. Maka program FTZ akan mengalami sedikit penurunan. Selama ini investor selalu menanyakan kedua hal itu, pelabuhan dan bandara representatif," kata Yusuf Sirat, Kamis (21/3/2019).

Saat ini bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun di Seibati, Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, kata Yusuf Sirat baru memiliki runway sepanjang 1.400 meter.

Pasca Kesepakatan Bupati Karimun-Pertamina, Harga Minyak Tanah Langsung Turun, Warga Serbu Pangkalan

Emak-emak di Karimun Rebutan Minyak Tanah, Tiga Drum Minyak Tanah Langsung Ludes

Bupati Karimun Aunur Rafiq ke GM PT PLN Riau-Kepri, Ini Hasilnya

Sedang Ngobrol dengan Tahanan Lain di Rutan Karimun, Adi Mendadak Sakit Lalu Meninggal Dunia

Runway sepanjang itu baru bisa didarati pesawat tipe kecil seperti Susi Air.

Setidaknya bandara RHA masih butuh runway sepanjang 600 sampai 1000 meter atau 1 Kilometer lagi agar bisa didarati pesawat dengan seat penumpang lebih dari 25 orang seperti foker dan merpati.

Yusuf mengaku pihaknya bersama Bupati Karimun, Aunur Rafiq sudah mengusulkan ke Kementerian Perhubungan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi Kepri saat Musrenbang belum lama ini.

"Perpanjangan runway, kami usulkan pakai sisi laut berupa reklamasi, sehingga tidak membutuhkan proses pembebasan lahan warga. Lebih teknisnya tentu instansi terkait yang lebih tahu," ujarnya.

Perihal pelabuhan Yusuf menyinggung proyek pembangunan pelabuhan kontainer Malarko di Desa Pelambung, Kecamatan Tebing.

Yusuf mengaku heran,pelabuhan yang dibiayai APBN itu sejak tahun 2015, proyek pembangunannya mendadak terhenti.

Padahal dari sisi laut sudah dibangun, bahkan jalan dari darat ke pelabuhan sudah dibangun.

"Ada beberapa meter lagi yang belum tersambung ke sisi darat. Ini juga merupakan program yang tersendat, terhenti sejak tahun 2015. Kita tak ngerti juga, kenapa berhenti, ini pemerintah pusat punya program. Kita berharap instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Karimun dapat menindaklanjuti," kata Yusuf.(yah)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved