ANAMBAS TERKINI

Apakah Warga yang Sakit pada Pemilu 17 April 2019 Dapat Gunakan Hak Pilih? Ini Jawaban KPU Anambas

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Anambas Jufri Budi mengatakan, ada aturan dimana petugas KPPS dapat mendatangi pemilih

Apakah Warga yang Sakit pada Pemilu 17 April 2019 Dapat Gunakan Hak Pilih? Ini Jawaban KPU Anambas
KPU.go.id
Maskot Pemilu 2019 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Masyarakat masih dibuat bingung dengan pemilih yang terbaring di sakit, namun terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 17 April 2019.

Sani, seorang warga di Desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan mengatakan, hal ini cukup banyak ditemui di desa tempat ia tinggal.

Mulai dari warga yang mengalami penyakit stroke, sehingga cukup kesulitan untuk beraktivitas layaknya orang normal, sampai lansia yang banyak menghabiskan waktunya di rumah.

"Cukup banyak juga di tempat kami itu. Barangkali ada belasan orang. Dia terdaftar sebagai pemilih, tapi bisa bergerak ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sepertinya tidak memungkinkan," sebutnya saat ditemui di Desa Sri Tanjung Kecamatan Siantan Senin (16/4/2019).

Pria berusia 83 tahun ini mengatakan, sosialisasi mengenai hal ini pun, menurutnya terbilang minim diketahui warga desa.

Di satu sisi, animo masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi yang dilakukan secara serentak di Indonesia itu terbilang tinggi.

MOTOGP 2019 - Jadwal MotoGP Berikutnya Setelah Alex Rins Juara GP Americas, Pindah ke Eropa

Video dan Lirik Lagu Lesti - Ada Cerita, Singel Terbaru dengan Genre Pop, Populer di YouTube

TNI-Polri di Bintan Deklarasi Siap Amankan Pemungutan Suara Pemilu 2019 pada Rabu, 17 April

MOTOGP AMERICAS - Jatuh dan Gagal Finish di GP Americas, Marc Marquez: Saya Hanya Manusia

Ia menjelaskan, mereka yang kesulitan untuk berangkat ke TPS, terpaksa tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu sebelumnya. ‎

"Ini bukan di desa kami saja. Rasanya di desa lain juga ada yang seperti ini. Mereka terdaftar sebagai pemilih, namun sulit untuk datang ke TPS. Kemudian yang berada di rumah sakit. Kami sebagai masyarakat kurang paham aturan. Kami hanya ingin bisa mencoblos dan menggunakan hak pilih kami," katanya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Anambas Jufri Budi mengatakan, terdapat aturan dimana petugas KPPS dapat mendatangi pemilih yang masuk kedalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) ke rumah atau rumah sakit.

Hal itu diatur dalam PKPU nomor 3 tahun 2019, khususnya di pasal 221.

"Sampai tanggal pemungutan suara, pemilih yang tidak bisa ke TPS karena sakit diperbolehkan menurut PKPU. Jadi, dua petugas KPPS dapat mendatangi pemilih ke rumah atau ke rumah sakit dengan syarat persetujuan saksi yang ada di TPS, termasuk pengawas TPS," katanya.

Ia menjelaskan, dalam aturan tersebut juga ditegaskan soal waktu bagi petugas mendatangi rumah pemilih atau ke rumah sakit, yakni antara pukul 12.00 sampai ‎pukul 13.0 WIB.

Langkah yang diambil ini, menurutnya juga melihat ketersediaan surat suara yang ada di TPS.

"Selain memastikan ketersediaan surat suara masih ada, yang dibawa oleh petugas KPPS hanya surat suara saja, bukan kota suaranya. Pihak KPPS dan saksi dalam hal ini, wajib untuk menjaga kerahasiaan surat suara," ungkapnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved