PILPRES 2019
BPN Prabowo-Sandiaga Usulkan Jabatan Presiden Satu Periode 7 Tahun: Hanya Boleh Satu Periode Saja
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade mengusulkan satu periode presiden dijabat selama tujuh tahun.
BPN Prabowo-Sandiaga Usulkan Jabatan Presiden Satu Periode 7 Tahun: Tak Bisa Maju di Pemilu Berikutnya
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade mengusulkan satu periode presiden dijabat selama tujuh tahun.
Jelas dia, selama itu presiden dapat melakukan apapun, namun tidak lagi bisa maju di Pemilu berikutnya.
"Hanya boleh satu periode saja selama tujuh tahun. Tidak boleh lagi dia maju. Biar puas sekalian," jelasnya saat diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (27/4/2019)
Alasan lain, apabila presiden yang sudah menjabat selama lima tahun dan dapat maju kembali, artinya presiden dapat mengendalikan penuh elemen-elemen pemerintahan yang ada.
Bukan hanya lembaga pemerintah, dia mengatakan instrumen yang dapat dikendalikan juga termasuk Kepolisian, BIN dan penegak hukum.
• Ditemukan Pelanggaran, TPS 43 Kelurahan Sei Jodoh Batam Gelar Pemungutan Suara Ulang Pilpres 2019
• Sosok Wanita Bule Ini Jadi Sorotan di Pengajian Jelang Pernikahan Irish Bella & Ammar Zoni, Siapa?
• Live Streaming BeIN Sport Tottenham Hotspur vs West Ham Liga Inggris Malam Ini Jam 18.30 WIB
• 3 Link Live Streaming SuperSoccer TV Garuda Select vs Bolton Wanderers U18 Malam Ini Jam 18.00 WIB
"Saya menduga, kecurangan ini juga melibatkan polisi tingkat daerah, Badan Intelijen dan Kejaksaan Tinggi," katanya.
Dia mengungkapkan, hal itu sudah terjadi di lapisan bawah berdasar pada laporan yang masuk ke BPN. Juga terjadi pada politikus partai pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga.
"Ini kejadian kok. Banyak laporan masuk dari lapangan dan cerita dari para politisi," ungkapnya. (Tribunnews/Amriyono Prakoso)
BPN Sebut Penghitungan Suara Dilakukan Ditempat Rahasia

Kubu Prabowo Sandi mengaku melakukan penghitungan suara ditempat yang sangat rahasia dan tersembunyi.
Tempat seperti itu dipilih bukan tanpa alasan, Seperti yang diungkapkan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasioanal (BPN) Prabowo Sandi Andre Rosiade.
"Real count terus dilakukan oleh DPP Partai Gerindra dan BPN. Mengenai lokasi tentu kami tempatkan di lokasi yang aman dan tidak gampang diakses pihak yang tidak berkepentingan," kata Andre kepada Kompas.com, Selasa (23/4/2019).
• Hasil Real Count Sementara Pileg 2019, PDI-P Teratas Disusul Golkar dan Gerindra
• DAFTAR Perkiraan Nama Calon Anggota DPRD Kota Batam dan Provinsi Kepri Lolos Saat Pemilu 2019
• KPK Ingatkan Semua Kepala Sekolah Terkait PPDB yang Sebentar Lagi Akan Dilaksanakan di Indonesia
Pada Senin kemarin, Andre sempat menyebut bahwa real count dipusatkan di Kantor DPP Partai Gerindra di Jalan RM Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Namun, saat Kompas.com mencoba meliput kegiatan tersebut hari ini, Selasa, kantor DPP Gerindra tampak sepi.
Masuk ke dalam gedung, Kompas.com pun bertemu dengan petugas penerima tamu di DPP Gerindra.
Petugas tersebut menyatakan bahwa di DPP Gerindra tidak ada sama sekali kegiatan penghitungan real count Prabowo-Sandiaga.