Naruhito Resmi Jadi Kaisar Jepang ke-126, Ini Pidato Perdananya
Naik tahtanya Naruhito juga ditandai dengan dimulainya masa Reiwa yang menggantikan era Heiei milik Kaisar Akihito yang dia pakai sejak Januari 1989 s
TRIBUNBATAM.id - Rakyat Jepang memiliki Kaisar baru yang menjadi simbol negara.
Naruhito yang sebelumnya bergelar Putra Mahkota kini resmi menjadi kaisar ke-126 dalam sejarah monarki Jepang, Rabu (1/5/2019).
Akihito menjadi kaisar pertama yang mundur sejak Kaisar Kokaku pada 1817.
Naik tahtanya Naruhito juga ditandai dengan dimulainya masa Reiwa yang menggantikan era Heiei milik Kaisar Akihito yang dia pakai sejak Januari 1989 silam.
• Najwa Sihab Beri Sindiran Pedas Terkait Setya Novanto Kepergok Makan di Restoran Padang
• Di Desa Ini, untuk Usir Hantu Janda, Pria Warnai Kuku Lindungi Diri dari Kematian
• TERKUAK! Tak Hanya Setubuhi Remaja, Oknum PNS Pemprov Kalbar Sekap berhari-hari dan Disundut Rokok
• Pria Ini Foto Bersama Arwah Sang Istri, Kabulkan Permintaan Sebelum Meninggal Akibat Komplikasi
Era Reiwa, berarti Harmoni yang Indah, bakal terjadi selama Naruhito berkuasa.
Seperti dilansir dari Media Jepang, NHK, Rabu (1/5/2019), Naruhito baru saja mengikuti dua upacara penting guna menandai peristiwa naik tahtanya.
Pertama, upacara untuk menunjukkan bahwa dirinya telah mewarisi Pusaka Kekaisaran dari ayahnya yang turun takhta hari Selasa.
Pedang dan permata suci telah diwariskan selama berabad-abad sebagai bukti status Kaisar.
Sekitar 30 menit setelahnya, Kaisar Naruhito menemui perwakilan rakyat.
Ini termasuk perdana menteri, pimpinan dari dua majelis Parlemen, Hakim Ketua Mahkamah Agung dan para pimpinan pemerintahan daerah.
Kaisar selanjutnya memberikan pidato pertamanya sejak naik takhta.
Dalam pidatonya pria berusia 59 tahun itu mengatakan, dirinya menaiki takhta, sesuai Konstitusi Jepang dan Undang-undang Langkah Istimewa atas Undang-undang Rumah Tangga Kekaisaran.
Saat dirinya memikirkan mengenai tanggung jawab penting yang telah disandang dirinya menjadi sebuah keharuan.
Kaisar pun menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang tulus atas sikap yang ditunjukkan Yang Mulia Kaisar Emeritus sebagai simbol negara dan persatuan rakyat Jepang.
Dalam menaiki takhta, Kaisar berjanji akan mengingat langkah yang ditempuh Yang Mulia Kaisar Emeritus dan mempertimbangkan jalur yang ditapaki kaisar-kaisar sebelumnya dan akan mengabdikan dirinya bagi peningkatan diri.
Kaisar dengan tulus mendoakan bagi kebahagiaan rakyat dan pembangunan lebih lanjut negara serta juga perdamaian dunia.
• Pembunuhan di Selatpanjang Masih Misteri. Sebelum Ditikam di Leher, Erna Sempat Melawan
• Dua Orang Tewas Disambar Petir, Ditemukan Kartu Identitas KPK di Salah Satu Korban
• Sedang Bersihkan CD, Tak Sengaja Fotografer Ini Temukan Foto Jokowi Cium Tangan Gus Dur
• Selatpanjang Gempar. Seorang Wanita Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dapur. Ada 3 Tusukan di Leher