Terungkap di Persidangan, 5 Kali Sodomi Anak di Bawah Umur, Syafrizal Dituntut 10 Tahun Penjara

Kasus sidang pencabulan atas terdakwa Syafrizal digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Sidang dengan agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (J

Terungkap di Persidangan, 5 Kali Sodomi Anak di Bawah Umur, Syafrizal Dituntut 10 Tahun Penjara
dok
ilustrasi penjara anak 

TRIBUNBATAM.id.TANJUNGPING - Kasus sidang pencabulan atas terdakwa Syafrizal digelar di Pengadilan Negri Tanjungpinang.

Sidang dengan agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungpinang, Senin (5/6/2019).

Zaldi Akri SH JPU perkara tersebut secara mengagetkan menuntut tinggi terdakwa Syafrizal.

Hal itu setelah fakta persidangan terdakwa telah melakukan pencabulan sebanyak 5 kali di sebuah ruang kos-kosan.

Penguatan fakta dan saksi dalam keterangan sidang ini, jaksa memberikan Tuntunan selam 10 tahun penjara.

Buka Puasa dengan Es Buah Susu Kelapa Kekinian Ini Bikin Hati Adem, Contek Resepnya

Sikap Robert Rene Alberts soal Kabar Rene Mihelic Gabung Persib 11 Mei, Umuh Muchtar Beber Fakta Ini

10 Amalan yang bisa Dilakukan Selama Puasa Ramadhan 1440H/2019, agar Pahala Berlipat Ganda

"Pelaku sudah melakukan perbuatannya selama 5 kali terhadap korban. Dan itu terbukti dalam fakta persidangan. Sehingga kita tuntut selama 10 tahun denda 800 juta subsider selama 3 bulan kurungan penjara," kata Zaldi Akri di PN Tanjungpinang.

Aksi yang dilakukan terdakwa selama 5 kali dengan memasukkan alat kelamin ke dalam bagian belakang dubur korban atau perbuatan cabul dengan cara sodomi.

Perbuatan ini dianggap JPU sangat merugikan masa depan korban dan mengancam psikologis serta rasa trauma mendalam yang dialami hingga saat ini.

Al Ghazali Kenang Kemesraan Maia Estianty & Ahmad Dhani: Menurut Gue Mereka Pasangan yang Serasi!

Ramalan Zodiak Besok 7 Mei 2019, Gemini Kendalikan Emosi, Capricorn Tetap Semangat, Aquarius Sibuk

Sebagaimana dalam undang-undang diatur dan diancam pidana dalam pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76 E UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam perkara perlindungan anak ini, terdakwa diancam dengan kurungan penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

"Selain itu terdakwa juga mengancam korbannya dengan pisau dalam melakukan perbuatannya," katanya.

Perbuatan terdakwa juga disertai ancaman kekerasan dengan pisau jika tidak bersedia melayani perbuatan bejatnya dan jika melaporkan perbuatan ke orang lain.

Kasus ini berawal saat korban yang tidur di kos-kosan pada Selasa (22/1/2019) di Jalan Sultan Mahmud Gang Sungai Payung II, Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang.

Saat itu pelaku memaksa berbuat cabul saat korban tidur dirumahnya.

Namun akhirnya diketahui setelah orangtuanya curiga dan melaporkan ke Polisi. (TRIBUNBATAM.id/Wahib Wafa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved