BATAM TERKINI
Tahun Ini Pemko Batam Gagal Revitalisasi Pasar Induk Batam, Ini 3 Masalah yang Jadi Pemicunya
Pemko gagal melakukan revitalisasi Pasar Induk Jodoh Batam tahun 2019. Masih ada 3 masalah yang mengganjal impian menjadikan pasar untuk lebih baik.
Penulis: Dewi Haryati |
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Revitalisasi Pasar Induk Batam yang terletak di Kecamatan Lubukbaja, Batam, Kepri, belum bisa dilakukan tahun ini.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad merangkum, ada tiga persoalan yang terjadi terkait pasar induk Batam.
Pertama, terkait rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Kepri.
Dalam hal ini dikeluarkan Dinas Perdagangan Provinsi Kepri. Rekomendasi itu sudah keluar, selanjutnya akan ditindaklanjuti. Kedua, terkait penilaian aset oleh tim apraisal.
"Barang ini (bangunan pasar induk lama) dipastikan harus dirobohkan dulu. Harus tim apraisal yang cakap menilai aset itu yang melakukan. Kita akan diskusikan lebih lanjut," kata Amsakar, baru-baru ini di Gedung DPRD Kota Batam di Batam Center, Batam, Kepri.
Ketiga, menyangkut penertiban pedagang yang masih berada di lokasi. Hal ini yang masih menjadi persoalan besar saat ini. Sementara salah satu syarat untuk cairnya anggaran dari pemerintah pusat, lokasi itu harus sudah steril.
"Intinya, kalau rekomendasi itu disetujui Kementerian, lokasi itu harus dilakukan pembersihan. Kita coba sejalankan, kita di daerah juga melakukan penertiban," ujarnya.
• 2 Kali Tabung Gas Digasak Pencuri, Wanita Ini Pasang 3 Gembok, Tragisnya Giliran Magicom Diembat
• Juni 2019 Inflasi Kepri Tercatat Lebih Rendah, Benda Ini Penyumbang Utama Inflasi Kelompok Sandang
• BREAKINGNEWS - Belum Sampai 24 Jam Beraksi, 2 Begal Berhasil Dibekuk Polisi & Dihadiahi Timah Panas
• Bakal Dibangun 2020, Simak Sejumlah Fakta Jembatan Batam Bintan, Janji Kampanye Jokowi
Di sisi lain ada informasi, Pemerintah Pusat lebih memberikan prioritas anggaran untuk pasar induk di Tanjungpinang, ibu kota Kepri. Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Kepri juga mengeluarkan rekomendasi serupa untuk pasar induk Tanjungpinang, dan lahan di sana dikatakan sudah steril.
"Saya sudah telpon Pak Burhanuddin (Kepala Dinas Perdagangan Kepri) untuk segera kejar itu. Kita akan berangkat ke Kementerian. Jadi terkait pasar induk ini, tak serta merta selesai persoalannya. Setelah aset dinilai, barang itu dirobohkan. Harus ada anggaran di dinas Pak Suhar (Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang) untuk penghapusan asetnya," kata Amsakar.
Atas dasar itu, Amsakar menilai, revitalisasi Pasar Induk Batam sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan tahun 2019 ini. Meski begitu, pihaknya harus mulai menghitung nilai aset dan memindahkan para pedagang yang masih ada di sana, tahun ini.
"Karena salah satu syarat disetujui anggaran dari pemerintah pusat itu, lokasinya harus sudah steril," ujarnya.
Dilengkapi Taman Menghadap Laut
Sebelumnya diberitakan, Pasar Induk Jodoh akan segera direlokasi oleh Pemerintah Kota Batam.
Seperti yang diutarakan oleh Walikota Batam, Rudi, Rabu (8/5/2019) siang.
Dalam penuturannya, Rudi menjelaskan, proses revitalisasi pasar tersebut akan dilanjutkan setelah sempat tertunda akibat pemilu serentak yang diselenggarakan, beberapa waktu lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pasar-induk-jodoh_20150905_174046.jpg)