BATAM TERKINI
Sejak Pelabuhan Pelni Pindah Batuampar, Begini Kondisi Pedagang Kaki Lima di Sekupang Batam
Pemindahan itu membuat kehidupan para pedagang kaki lima di dekat pelabuhan Beton Sekupang, Batam berubah. Lapak-lapak tersebut kini sepi pembeli.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Semenjak pertengahan 2016 lalu, sandar kapal Pelni dipindahkan dari Sekupang ke Batuampar.
Ternyata pemindahan itu membuat kehidupan para pedagang kaki lima di dekat pelabuhan Beton Sekupang, Batam yang biasanya dijadikan tempat sandar kapal Pelni itu berubah.
Kondisi para pedagang kaki lima di jalan RE Martadinata disebut 'mati suri' bahkan ada yang harus menutup usaha mereka karena sudah tidak ada lagi pembeli yang diharapkan.
Saat ini lapak pedagang kaki lima di jalan RE Martadinata, sudah banyak yang kosong, tidak dihuni lagi karena sudah tidak ada pembeli.
"Ya kita mau bertahan, sama juga tidak ada yang diharapkan. Sementara kita mimiliki tanggungjawab memenuhi kebutuhan kita," kata Sandi.
Sandi menceritakan kejayaan yang mereka rasakan di bawah tahun 2016 silam, kini tinggal hanya kenangan. Tidak tahu lagi kapan hal itu akan terulang kembali.
"Ya sekarang kita hanya bertahan saja. Ya hanya tidur saja, kalau usaha sudah tidak ada lagi," kata Sandi.
• Waspada, BMKG Ingatkan Soal Gelombang Tinggi di Perairan Kepri dan Tujuh Provinsi di Indonesia
• Jual Lahan Hutan Lindung, PT PMB Berdalih Ingin Ikut Program Sejuta Rumah Presiden
• Penyidik KPK Perpanjang Masa Penahanan Nurdin Basirun 40 Hari Lagi
• Terima Kunjungan Konjen Singapura, Isdianto dan Mark Bahas Peningkatan Kerjasama
Sri, pedagang lainnya juga mengatakan semenjak sandar kapal dipindah dari Sekupang ke Batuampar, pedagang sudah tidak memiliki pelanggang lagi.
"Ya dulu apapun kita jual, laku. Yang jelas kalau kapal sandar, pasti ada pembeli," kata Sri.
Bukan hanya pedagang kaki lima yang hidup saat masih sandar di Sekupang, tetapi begitu juga dengan pedagang musiman, tukang ojek dan juga warga sekitar.
"Ya kalau pas sandar minimal dua jam, orang ramai," katanya.
Bukan hanya itu setiap jadwal berangkat pasti sepanjang jalan RE Martadinata ramai.
"Sebelum sandar banyak penumpang yang mau berangkat, setelah sandar banyak juga penumpang yang singgah sekedar minum teh manis," kata Sri. (tribunbatam.id/ian pertanian)