Sabtu, 23 Mei 2026

May Day Di Batam

Aliansi Pekerja Se Batam Turunkan Massanya

Tiap Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSPMI di Kota Batam direncanakan akan membawa massanya

Tayang:

Laporan Tribunnews Batam, Kartika Kwartya

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Tiap Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSPMI di Kota Batam direncanakan akan membawa masing-masing satu spanduk tuntutan dalam aksi demonstrasi peringatan hari buruh internasional (May Day), Selasa(1/5/2012).

Sehingga, dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam saja sudah 30 spanduk yang diusung.

Sementara itu, dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Batam hanya membawa dua buah spanduk. Serta satu spanduk utama atas nama Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh Kota Batam sepanjang 6 meter yang berisi lima tuntutan utama dalam May Day tahun ini.

Adapun, rencananya aksi unjuk rasa akan dimulai sekitar pukul 09.00 di empat titik kumpul yaitu Mukakuning, Simpang Base Camp Tanjunguncang, Batuampar, dan kawasan industri Tunas Batam Centre.

"kita sudah mulai berkumpul sejak pukul 06.00 WIB," kata koordinator Garda Metal FSPMI Batam, Suprapto.

Sementara itu, Sekretaris DPC Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI) Kota Batam Surya Darma Sitompul, mengatakan pihaknya hanya akan turunkan massa sekitar 200-300 anggota dalam aksi unjuk rasa hari ini. Karena hanya sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan pekerja dan buruh di seluruh Indonesia.

Begitu juga dengan KSPSI yang hanya menurunkan sekitar 200 orang perwakilan dalam aksi May Day sekarang. Tapi di luar itu, KSPSI Batam juga mengirimkan 20 anggotanya untuk ikut dalam aksi demo secara nasional di Gelora Bung Karno Jakarta. Sementara dari FSBSI hanya kirimkan 2 perwakilan.

Tidak maksimalnya aksi demonstrasi kali ini dikarenakan sebagian konsentrasi serikat pekerja serikat buruh diberikan pada jenis kegiatan peringatan lain. Seperti Pimpinan Cabang KSPSI Pantai Timur Batam yang sudah terlebih dulu mengadakan jalan sehat dan sepeda santai jelang May Day di Kawasan Kabil Industrial Estate hari Minggu lalu.

Kemudian pada hari 1 Mei, Federasi Logam Mesin Elektronik (F-Lomenik) serta Buruh Pelabuhan dan Nelayan (F-Bupela) SBSI Batam lebih memilih adakan Panggung Buruh.

Ketua F-Lomenik SBSI Batam, Masmur Siahaan mengatakan kegiatan ini akan dilaksanakan di dua tempat yaitu kawasan Batuaji dan Sekupang.

"Tujuannya untuk membangun pemahaman dan pola pikir pekerja tentang tugas pokok dan fungsi dari serikat. Karena saat ini dari 400 ribu pekerja di Kota Batam, tapi baru 10 persen yang memiliki kesadaran berserikat," kata Masmur.

Selain itu, kegiatan ini juga untuk meluruskan pola pikir pekerja, bahwa penyelesaian masalah tidak harus selalu dilakukan melalui aksi demonstrasi. Pandangan buruh mengenai penuntasan kasus melalui aksi unjuk rasa seperti ini harus sudah diubah.

"Nanti akan kita sampaikan di panggung buruh ini. Akan ada orasi, pidato, dan hiburan juga," ujarnya.

Buruh juga berharap May Day ini bisa dijadikan hari libur nasional. Karena di beberapa negara sudah diberlakukan hal tersebut.

Kalaupun tidak, kata Masmur, mereka meminta kepada Wali Kota agar 1 Mei dijadikan hari libur secara lokal Batam. Hal ini menurutnya bisa diatur melalui Peraturan Wali Kota (Perwako).

"Beberapa pengusaha ada juga yang menanyakan, kenapa di Batam 1 Mei tidak libur? Padahal di negara mereka jadi libur nasional," ungkap Masmur.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved