Minyak Tanah Kosong, Warga Buru Menjerit
Operasi Pasar di Meral Diwarnai Desak-desakan Warga, Pengecer Harap Pertamina Cabut Skorsing PT CAK
Ramli berharap, pemerintah bisa segera mungkin menggelar operasi pasar minyak tanah bersubsidi di Buru seperti yang telah dilaksanakan di tiga kecamatan di Pulau Karimun, 11, 12 dan 13 Mei lalu.
“Solusi tercepat yang dibutuhkan saat ini, yakni menggelar operasi pasar minyak tanah bersubsidi tapi saya juga tak tahu bagaimana mekanismenya. Itu mengingat, operasi pasar di pulau Karimun sempat diprotes pengecer,” ujar Ramli.
Selain persoalan minyak tanah bersubsidi, Ramli juga menyinggung harapan agar di Kecamatan Buru juga dihadirkan distributor BBM jenis premium yang resmi. Itu mengingat Buru selama ini sering juga dilanda kesulitan mendapatkan BBM jenis premium.
Sementara itu, operasi pasar minyak tanah bersubsidi yang digelar Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Karimun di pasar lama, Kecamatan Meral diwarnai desak-desakan warga yang ingin mendapatkan minyak tanah bersubsidi dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 2. 950 per liter dengan batasan maksimal 10 liter per Kepala Keluarga.