Kebakaran
Rumah Mantan DPRD Lingga Terbakar, Penghuni Selamat
Rumah Mantan DPRD Lingga Terbakar, Seluruh Penghuni Selamat
LINGGA, TRIBUN – Gonggongan anjing membangunkan Yosep Herman Esong (70) dari tidurnya sekitar subuh Minggu (27/5) kemarin. Ia penasaran lalu melihat keluar rumah dan melihat sisi lain rumah terpancar sinar merah, padal listrik listrik sedang padam. Saat itulah ia kaget begitu melihat api sudah menjalar di bagian plafon di ruangan sisi kanan rumah.
“Saya kaget lihat ada api di bagian belakang rumah. Saya langsung teriak membangunkan istri dan cucu. Kami lalu menyiram api, tapi api sudah besar. Korden dan jendela sudah terbakar. Bagian atas sudah terbakar semua,” tutur pria yang pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Keperi periode 1999-2004, Minggu (27/05).
Di rumah itu, ia tinggal bersama istrinya Antonio Mado dan cucunya Calvin (14). Panik dan bingung, Yosep mencoba untuk menyiram api agar tidak menjalar ke ruangan lainnya hingga kepala dan lehernya terkena runtuhan plafon rumah.
Melihat kondisi itu, ia pun bergegas untuk menyelamatkan diri. Tidak ada satu pun harta benda yang berhasil dibawa keluar. Ia hanya bisa menyaksikan si jago merah terus melahap bagian rumah hingga seluruhnya hangus terbakar.
Upaya meminta bantuan tidak mampu dilakukan karena rumahnya berada jauh dengan tetangga lainnya yang tinggal di Jalan Kebun Sirih RT 02 RW II desa Batu Kacang Dabo Singkep. Jarak terdekat dengan tetangganya sekitar 50 meter dan ia pun tidak menghubungi orang yang dikenalnya sebab ponselnya juga turut dilahap si jago merah.
Pemadam kebaran baru mengetahui dan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 08.00 WIB untuk memadamkan sisa bara yang menghanguskan seisi rumah. Tak satu pun barang di dalam rumah yag berhasil ia selamatkan, kecuali yang melekat pada tubuhnya.
“Surat-surat semuanya terbakar. Televisi, kulkas dan alat elektroniok juga terbakar. Ada dua motor yang terbakar. Ya, semuanya terbakar. Hanya pakaian di badan saja yang tinggal. Total kerugian yang saya laporkan ke polisi sekitat Rp 400 juta,” ujarnya. Ia pun terpaksa menumpang di rumah kerabatnya, Gultom yang berlokasi di desa itu.
Yosep mengaku heran dengan sumber api, pasalnya api menjalar dari bagian atas rumah dan melahap bagian jendela. Namun, ia mengaku tidak bisa memastikan apakah ada orang yang sengaja membakar atau ada penyebab lainnya.
“Dugaan dibakar orang ada, tapi biarlah polisi yang menyelidiki. Mereka lebih tau,” ujarnya.
Kepolisian telah memasang garis polisi mengelilingi rumah Yosep guna penyelidikan lebih lanjut. Namun, tidak satu pun pejabat kepolisian yang mengomentari pertistiwa naas tersebut. (arm)
Itu Buku Pinjaman Sekolah Om…
Penghuni termuda di rumah yang mengalami naas itu, Calvin (14) tampak berusaha tegar. Ia seperti belum bisa melupakan peristiwa yang dialami subuh kemarin. Apalagi, seluruh buku pelajaran dan seragam sekolahnya pun turut terbakar.
Ia tersentak dari tidur lelapnya setelah dibangunan sang nenek. Ia pun hanya ikut saja arah sang nenek karena tidak mengetahui kondisi yang sebanarnya. Barulah ketika berada di luar rumah ia melihat api telah melahap bagian atas rumah.
“Semua buku terbakar. Seragam juga juga. Saya keluar rumah tidak bawa baju. Hanya pakaian yang saya pakai saja,” ujarnya dengan nada lirih dengan muka tertunduk. Saat ini Calvin duduk dibangku kelas delapan (kelas dua, red) di SMP2 Singkep.
Buku pelajaran itu adalah modal baginya untuk menghadapi ujian kenaikan kelas yang akan digelar pada 18 Juni mendatang. Ia tidak tahu bagaimana nanti hendak mempersiapkan diri menghadapi ujian agar bisa naik ke kelas tiga.
“Tak taulah om.. itu buku dikasi pinjam sekolah om,” jawabnya ketika ditanya prihal buku pinjaman terebut. Ia berharap pihak sekolah bisa memaklumi atas musibah yang ia alami sembari berharap agar mendapat pinjaman buku untuk belajar. (arm)