UMK
Semalam Pembahasan UMK Deadlock, Batamindo Dijaga Ketat
Meski ribuan pekerja memadati area Kanpora, namun pembahasan UMK menemui jalan buntu alias deadlock
Jadi dari pemerintah masih mendorong kesepakatan, berilah peluang untuk bisa bersabar. Kita tambah satu kali kesempatan untuk rapat lagi hari Rabu. Yah kita berikan dulu waktu dua hari ini kedua pihak untuk berfikir lebih jernih
ZAREFRIADI
Kadisnaker Kota Batam
Laporan Tribunnews Batam, Tim
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Kabar aksi sweeping pekerja mewarnai pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2013 di Kantor Kanpora Batam, Senin (19/11). Meski ribuan pekerja memadati area Kanpora, namun pembahasan UMK menemui jalan buntu alias deadlock.
Pembahasan sejak siang hingga petang itu tidak menelurkan angka kesepakatan. Pengusaha bertahan di angka Rp 1,7 juta sedangkan pekerja bertahan di angka Rp2.199.000. Pembahasan akan dilanjutkan Rabu nanti.
Kabar adanya sweeping disampaikan oleh Ketua Apindo Kepri, Cahya.
Ia mengecam keras aksi sweeping yang dilakukan oleh Garda Metal. Dan yang lebih ia sayangkan, polisi seperti tak berdaya hadapi aksi para pekerja tersebut. Apalagi aksi seperti ini bukan yang pertama kalinya dilakukan oleh orang-orang di serikat pekerja.
"Terakhir mereka sweeping di Kawasan Industri Tunas. Apindo kecewa berat. Ini sudah perbuatan sewenang-wenang, dimana hukum kita," ujar Cahya.
Menurutnya reputasi Batam akan hancur oleh perbuatan-perbuatan seperti ini. Hal ini memberi kesan bahwa di Batam sudah memakai hukum rimba, siapa yang kuat dia berwenang.
Saat pembahasan berlangsung, Kawasan Batamindo Industri Park (BIP), dijaga ketat oleh satpam dan anggota TNI AD. Bahkan setiap pintu masuk dipasang kawat berduri, tiga dari empat pintu utama ditutup rapat. Jalur akses keluar masuk perusahaan melalui pintu IV.
Yanto salah satu satpam BIP, mengatakan pembatasan jalur akses masuk perusahaan itu dilakukan sebagai upaya antisipasi apabila terjadi keributan.
"Pintu IV Batamindo yang menjadi satu-satunya akses keluar masuk kawasan BIP tersebut. Pintu-pintu lainnya kini ditutup mengantisipasi terjadinya rusuh," ujarnya.
Sementara ratusan buruh berkumpul didepan pitu IV. Dengan menggunakan sepeda motor ratusan buruh ini menunggu teman-temannya pulang dari kerja.
Sekitar pukul 18.00 WIB, sepanjang jalan Sei Beduk-Simpang Dam langsung dipenuhi para buruh yang akan menyusul teman-temanya yang sudah berada di Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Batam.
"Kami di sini menunggu teman-teman pulang kerja untuk sama-sama menuju ke Kanpora untuk mendukung pembahasan UMK 2013. Kami tidak melakukan sweeping, namun teman-teman yang lain sudah diberitahu, untuk berkumpul disini (depan pintu IV red) setelah pulang kerja," ujar Yuni, seorang pekerja.
Deadlock
Keluar dari ruangan rapat, wajah Muhamad Mustofa, Dewan Pengupahan Kota FSPMI terlihat kecewa. Peluh terlihat menetes di wajahnya. Ia kemudian menyampaikan hasil rapat di hadapan ribuan pekerja.
"Sebelumnya, mewakili BPK saya memohon maaf. Pertama, seperti instruksi organisasi bahwa saya harus bertahan di angka Rp 2.199.000 sesuai regresi sudah saya laksanakan. Tapi sampai saat ini, posisi tidak berubah. Tidak terjadi kesepakatan, karena Apindo bertahan di angka Rp1,7 yang kata mereka sesuai rata-rata," ujar Mustofa.