Festival Tamadun Melayu I
Wapres Buka Tamadun Dengan 4 Pantun
Seakan tersihir oleh busana yang dikenakannya, Wapres Boediono memulai sambutannya dengan membacakan pantun.
Bersama kita memotong padi,
Panen dibawa ke Pulau Sumatera,
Hamba berucap Selamat Hari Jadi,
Masyarakat Kepri pasti makin sejahtera
Kepulauan Riau tempat bermukim,
Tanah Melayu hendak dicita,
Dengan mengucap Bismillahirrahmanirahim,
Festival Tamadun Melayu resmi dibuka
Gubernur Kepulauan Riau, Drs H Muhammad Sani menyampaikan bahwa dalam masyarakat Kepulauan Riau tantangan besar yang dihadapi adalah alam.
"Kami harus merangkai alam. Dan kami harus tetap merajut kapal agar dapat merapat ke dermaga impian yang bernama kesejahteraan. Kami memiliki tanggung jawab yang kuat untuk trus menjaga NKRI," ujar Sani.
Usai menyampaikan sambutan, Wapres bersama Ibu Herawati Boediono, Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menyaksikan pawai budaya yang diikuti 30 kontingen yang berasal dari 14 provinsi dan Malaysia, Thailand, Brunei, dan Singapura.
Kontingen dari Malaysia hadir dengan 5 negara bagian, dan terkecil adalah dari Thailand hadir dengan satu orang saja. Khusus utusan Thailand ini sempat menjadi perhatian serius wapres beserta istri.
Ketika MC membacakan utusan Thailand, hadirin ingin melihat aktrasi seni dari mereka, tapi karena satu orang, maka semua hadiri terkejut dan tertawa. Bahkan, Wapres dan istri tertawa ketika MC menyebutkan cuma satu orang saja.
"Oh cuma seorang saje, tapi tak apa, kita lihat semangatnya, untuk kebersamaan dalam dunia Melayu," papar MC mengkomentari.
Puncak dari pembukaan Tamadun adalah pawai peserta dari masing-masing daerah. Kontingen terbesar dari Batam, Bintan dan juga Tanjungpinang.
Kontingen provinsi berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Barat.
Penutupan pawai sendiri adalah hadirnya kapal Raja Fisabililah dalam teaterikal perjuangan Melayu zaman penjajahan.