Senin, 27 April 2026

Gunung Kelud di Jawa Timur Meletus

Bandara Husein di Bandung Buka Kembali, Kerugian Capai Rp500 Juta

Penutupan Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, akibat abu vulkanik Gunung Kelud diteruskan hingga Minggu (16/2/2014) pukul 09.00 WIB.

Di Kota Bandung, Dinkes setempat baru mengirim masker ke puskesmas-puskesmas. Warga yang ingin mendapatkan masker bisa mengambilnya di puskesmas terdekat atau Dinkes.

"Provinsi belum bisa bantu karena persediaan masker untuk daerah yang lebih parah seperti Tasik dan Ciamis," ujar Kepala Dinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara, di Balai Kota, kemarin.

Empat Orang Tewas

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan korban tewas letusan Gunung Kelud berjumlah empat orang. Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya laporan yang menyebutkan bahwa korban dampak letusan Kelud mencapai tujuh orang.

"Di media massa banyak diberitakan jumlah korban tewas erupsi Gunung Kelud ada tujuh orang. Setelah dicek ulang ke Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, dan bertemu dengan Kepala Desa, BPBD dan TNI di lapangan dilaporkan bahwa informasi tersebut tidak benar," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, kemarin.

Menurut dia, ada beberapa korban tewas yang dihitung dua kali dengan nama sebutan yang berbeda sehingga menambah daftar jumlah korban tewas.

Sutopo menyebutkan korban tewas akibat erupsi Kelud semuanya berasal dari Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Mereka adalah Pontini atau dipanggil Mbok Nya (60), warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari. Dia meninggal karena sesak napas akibat abu vulkanis.

Lalu Sahiri atau dipanggil Sair (70), pria asal Dusun Ngutut, Desa Pandasari, tewas karena tertimpa tembok saat menunggu kendaraan evakuasi.

Selanjutnya, Sanusi (80), pria asal Dusun Plumbang, Desa Pandansari, meninggal karena sesak napas saat berlindung di bawah meja. Lalu Sutinah (97), perempuan dari Dusun Ngadirejo, Desa Sumberagung, meninggal karena sesak napas.

Hingga Sabtu pukul 15.00, jumlah pengungsi mencapai 56.089 jiwa. Mereka tersebar di 89 titik, yakni di Kabupaten Kediri 10.895 jiwa di 38 titik; Kota Batu 11.084 jiwa di 26 titik; Kabupaten Blitar 8.193 jiwa di 3 titik; Kabupaen Malang 25.150 jiwa di 17 titik dan; Kabupaten Jombang 767 jiwa di 5 titik.

Aktivitas Gunung Kelud, kata Sutopo, menunjukkan penurunan. Terlihat asap putih abu-abu dengan tinggi sekitar 3.000 meter. Hanya, tremor menerus dengan intensitas sedang. Statusnya masih Awas, dan radius 10 km harus dikosongkan.

"Saat ini masih ada warga yang belum mengungsi sehingga aparat dan relawan masih banyak melakukan evakuasi," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Muhammad Hendrasto mengatakan embusan asap yang terjadi di lereng utara Gunung Kelud pada Sabtu menunjukkan masih adanya potensi gunung itu kembali meletus.

"Namun kapan dan berapa besarnya tunggu beberapa hari ke depan," kata Hendrasto.

Soal hujan yang turun di seputar Malang dan Kediri, Pelaksana Tugas Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), Gede Swantika, mengatakan, itu berpotensi memunculkan aliran lahar dingin di daerah sekitarnya. "Hanya potensi. Saat ini belum ada lahar dingin," kata Gede, kemarin siang. (tribunnews/kompas.com/feb/tsm/cis/sam)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved