Pemilik Hotel Pacific Batam Meninggal
Hotel Pacifik di Batam Adalah Mahakarya Eddy Hendry
Isak tangis terdengar ketika iringan mobil keluarga Eddy Hendry tiba di Carwash Pacific, Jodoh, Batam, Rabu (19/2/2014).
Sejak tahun 1970, Eddy Hendry tinggal di Belakang Padang, namun setelah kebakaran besar yang terjadi di Belakang Padang tahun 1980, ia beserta keluarga pindah ke Batam, tepatnya di Nagoya Permai sampai saat ini.
“Perlahan tapi pasti, bapak memiliki dua kapal ferry. Sejak itu usaha bapak meningkat. Beliau pun terjun di usaha perhotelan di Nongsa, Batam, bekerja sama dengan Persero Batam, yaitu Nusa Cottage tahun 1989,” jelasnya.
Pria tamatan SMP kemudian menjadi pengusaha perhotelan, lanjut titien. Almarhum juga merambah usaha lain dan sukses, namun impian terbesar saat itu untuk membangun hotel miliknya sendiri belum terealisasi.
Ia tetap berusaha, hingga tahun 2000, ia membeli tanah di Jalan Duyung, Jodoh, Batam. Ia pun berambisi membuat hotel berbentuk kapal sebagai hadiah pensiun dirinya.
Sebelum impiannya terwujud, ia membangun diskotek dan secara perlahan ia membangun hotelnya. Almarhum sendiri yang memimpin proyek pembangunan, meskipun dirinya tak memiliki latar belakang seorang arsitek. Tak lama kemudian hotelnya berdiri megah.
Anak ketiga dari 12 bersaudara ini akhirnya berhasil membangun hotel berbentuk kapal pertama kali di Batam, bahkan di Indonesia.
“Semuanya itu hasil kerja keras bapak. Beliau tidak berkongsi dengan siapa pun. Semuanya dikelola dengan independen,” imbuhnya.
“Meski pun beliau orangnya keras, namun hatinya baik kepada semua orang. Lihat saja baru beberapa jam beliau meninggal semua orang sudah mengucapkan bela sungkawa. Sifat tersebut diturunkan kepada anak-anaknya,” katanya.
Tak pernah putus asa, meski gagal harus bangkit kembali menjadi motto almarhum. Hal itu yang membawa dirinya sukses menjadi pengusaha kakap di Batam. Almarhum akan disemayamkan di Carwash Pacific selama seminggu.
“Hari Senin 24 Februari 2014 mendatang almarhum akan dikebumikan di Sambau, Nongsa, Batam, Kami memberikan kesempatan kepada para pelayat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Bapak," tutupnya.