Amir Lemah Tak Berdaya di RSUD Tanjung Uban Tanpa Keluarga
Sudah hampir seminggu Amir terbaring sendiri. Tubuhnya terlihat sangat kurus dan keriput.
Laporan Wartawan Tribun Batam, Alvin Lamaberaf
TANJUNGUBAN TRIBUN - Sedih. Ungkapan ini patut ditujukan kepada Amir (60), warga Bintan Utara yang harus terbaring lemas di RSUD Tanjung Uban tanpa seorang sanak keluarga yang menjaga dan menjenguknya.
Sudah hampir seminggu Amir terbaring sendiri. Tubuhnya terlihat sangat kurus dan keriput.
Pada kulit kaki, tangan, muka yang tersingkap kain selimut, terlihat bersisik dan kering seperti penyakit kulit.
Dari sosok dan tatapan matanya yang cekung, Amir terlihat sedang menderita penyakit kronis. menurut informasi yang dihimpun Tribun, Selasa (25/3/2014), Amir menderita penyakit komplikasi.
Humas RSUD Tanjung Uban Ranty secara yang dikonfirmasi mengatakan, Amir adalah pasien yang bukan pertama kalinya di rawat di RSUD Tanjung Uban.
Sudah beberapa kali, Amir dirawat di RSUD dalam kondisi yang sama persis. Sedangkan identitas Amir kurang diketahui pihak RSUD karena pihak yang menghantar Amir, sehabis antar langsung kabur.
Pihak RSUD pun kesulitan untuk mendapatkan keterangan Amir.
"Di mana saat pasien ini datang, diantar oleh masyarakat yang peduli. Sayangnya setelah hantar, pasien langsung ditinggal, sama orang yang hantar. Jadi pihak RSUD juga kesulitan dapat data. Kita hanya tau kalau dia kerja kebun," ujar Ranty.
Kata Ranty, terkait masalah biaya pengobatan dan perawatan, pihak RSUD sudah menyampaikan kepada Dinas Sosial kabupaten Bintan, sekaligus sebagai penjaminnya.
"Dia sakit komplikasi,terus tidak punya keluarga, jadi untuk seluruh biaya pengobatan sudah di jamin oleh Dinsos Bintan," ujarnya.
Menurut Ranty, direncanakan apabila pasien tersebut sudah dalam keadaan pulih, maka akan dikirim ke kampung halamannya dan hal tersebut sudah di komunikasikan dengan Dinsos Bintan.
" Rencananya kalau sudah pulih dari sakitnya, akan di pulangkan ke kampung halamannya. Kita terus kordinasi dengan Dinsos.