Siswa Sekolah Kejuruan Magelang "Terbakar" di Tengah Laut
Di balik peristiwa terbakarnya kapal Sinar Bintang 10 di sekitar perairan Anambas Kepri beberapa waktu lalu menyiksakan cerita tersendiri.
Laporan Wartawan Tribun Batam, Septyan Mulia Rohman
ANAMBAS, TRIBUN - Di balik peristiwa terbakarnya kapal Sinar Bintang 10 di sekitar perairan Anambas Kepri beberapa waktu lalu menyiksakan cerita tersendiri.
Terdapat sejumlah siswa yang tengah mengikuti program magang di kapal yang berangkat dari Muara Baru, Jakarta Jumat (15/8/2014) beberapa waktu lalu ini.
Lima dari 32 awak kapal tersebut diketahui merupakan pelajar salah satu sekolah menengah kejuruan yang berada di Magelang, Jawa Tengah.
Bima, satu dari lima siswa yang tengah magang dikapal tersebut mengaku, kejadian terbakarnya kapal penangkap ikan berbobot 50 GT itu sama sekali tidak menyurutkan niatnya untuk kembali bergelut di laut.
Remaja berusia 17 tahun ini mengatakan, pendidikan serta ilmu yang didapat dibangku sekolahnya yang membantu ia dapat bertahan meskipun terapung di laut sekitar satu jam lamanya.
"Kami ada berlima. Selain saya ada Aldi, Beni, Tri, serta Ari. Kebetulan kami kelas tiga semua di sekolah yang sama. Di sekolah punya basic training, termasuk menghadapi ketika kapal mengalami musibah seperti terbakar seperti itu. Alhamdulillah tidak takut," ujarnya.
Ia pun lalu menghubungi nomor telepon keluarganya dengan meminjam telepon genggam milik pekerja di pabrik es di Desa Batu Belah, Kecamatan Siantan Timur, tempat mereka dievakuasi sementara.
Berbeda dengan Bima. Hari, ayah Bima mengaku sempat cemas ketika mengetahui kapal yang membawa anaknya itu mengalami musibah.
Mendapat informasi bahwa anaknya masih selamat, Hari yang berdomisili di Magelang ini pun, langsung berangkat untuk bisa sampai ke Anambas.
"Namanya orangtua, ya sempat cemas lah mas. Tapi, setelah dia telepon, terus nadanya ditelepon itu tidak panik. Saya pun tenang. Kamis dia telepon Jumat (22/8/2014) pagi saya langsung cari tiket penerbangan dari Magelang ke Batam. Lalu ke Tanjungpinang. Sabtu jam 12 kemarin itu lah langsung berangkat ke Anambas dari Tanjungpinang," jelas Hari.
Hari pun menuturkan, pihak sekolah tempat anaknya menimba ilmu itu pun tidak kalah dibuat paniknya dengan kabar itu.
Namun, setelah mendapat kabar bahwa kelima anak yang tengah mengikuti program magang itu dalam keadaan selamat, pihak sekolah tinggal menunggu kepulangan lima pelajar mereka ke Magelang.
"Sayanya yang tidak sabaran. Saya beritahu dengan pihak sekolah, saya berangkat ke Anambas duluan untuk mengecek keadaan anak saya, termasuk dengan ke empat pelajar lainnya.
"Tak salah saya mereka dikasih sekolah mengikuti program magang ini sekitar empat bulan lalu. Kapal ini kapal kedua. Sebelum lebaran, mereka ganti kapal dengan kapal ini," jelasnya.