6 Pembalak Liar Batam Ditangkap, Diupah Rp 400 Ribu Angkut Kayu Per Ton

Ditpam Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) kembali menemukan tindak pidana pembalakan liar atau ilegal loging di hutan Batam.

6 Pembalak Liar Batam Ditangkap, Diupah Rp 400 Ribu Angkut Kayu Per Ton
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Petugas Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam menurunkan kayu hasil sitaan dari pelaku illegal logging, Minggu (5/4/2015). Petugas mengamankan 79 batang kayu meranti serta enam pelaku pembalakan liar di Hutan Dam Duriangkang. 

Laporan Tribunnews Batam, Elhadif Putra

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Direktorat Pengamanan (Ditpam) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) kembali menemukan tindak pidana pembalakan liar atau ilegal loging di hutan Batam, Minggu (5/4) dini hari.

Sebanyak 79 kayu balok jenis meranti diamankan petugas di kawasan Dam Duriangkang, Minggu (5/4/2015) dinihari. Selain itu enam orang pekerja beserta satu unit lori bermuatan kayu juga ikut diamankan.

Menurut Kepala Direktorat Pengamanan BP Batam, Cecep Rusmana, penangkapan tersebut berawal dari informasi warga yang mengabarkan adanya aksi pembalakan di dalam hutan lindung Dam Duriangkang, sekitar pukul 02.00 WIB.

"Kita dapat informasi dari masyarakat. Kita langsung bergerak," ujar Cecep.

Setiba di lokasi yang berada tak jauh dari bundaran Kabil tersebut, petugas menemukan enam orang pekerja yang sedang memuat kayu balok ke atas sebuah lori.

Keenam orang yang diamankan tersebut masing-masing, Herudin (32), Arman (25), Irfan (23),Erik (30), Nurhasim (25) dan Japaris (30).

Empat dari enam pelaku <a href='https://batam.tribunnews.com/tag/illegal-logging' title='illegal logging'>illegal logging</a> yang diamankan <a href='https://batam.tribunnews.com/tag/ditpam' title='Ditpam'>Ditpam</a> <a href='https://batam.tribunnews.com/tag/bp-batam' title='BP Batam'>BP Batam</a>, Minggu (5/4/2015).

Herudin bertugas sebagai pemotong pohon atau operator. Sedangkan yang lain bertugas sebagai pemuat kayu ke lori.

"Selain 79 kayu, enam pekerja dan sebuah lori kita amankan. Saat ini, keenam orang tersebut sedang kita mintai keterangannya," lanjut Cecep.

Halaman
12
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved