Penemuan Mayat di Bukit Dangas
SPG Korban Pembunuhan Dikenal Supel Oleh Kawan-kawannya
Dia orangnya supel sehingga tak susah mendekatinya. Namun kita belum ada cerita-cerita. Baru sekadar say hello saja,
Laporan Tribun Batam, Wahid Waffa
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Rekan-rekan Dwi Wana Juli Anggi (18), SPG cantik yang menjadi korban pembunuhan dan ditemukan di Bukit Dangas, Sekupang, Batam, Rabu (24/6), masih tak percaya pada kisah tragis yang dialami gadis cantik itu.
Hingga kini, misteri kematian Anggi belum terungkap. Para penyidik masih berupaya keras untuk mencari pelaku yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan tersebut. Hingga kini, polisi sudah memeriksa 10 saksi dalam peristiwa itu.
Meski Anggi baru sebulan bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) produk perlengkapan bayi di BCS Mall, namun rekan-rekannya sesama SPG sudah mulai mengenalnya. Sebab, Anggi termasuk orang yang mudah akrab.
"Waktu dapat kabar itu, semua heboh. Dia biasa di situ," ujar seorang SPG sambil menunjuk lorong perlengkapan bayi dimana Anggi biasa berdiri melayani konsumen, Kamis (25/6), "Orangnya memang masih baru, tapi cepat akrab. Anaknya ramah."

Karena baru bekerja sekitar satu bulan, setiap hari Anggi memang mendapat jatah masuk siang. Namun, karena masih baru menjadi SPG, kebiasaan Anggi serta pribadinya di luar pekerjaan belum terlalu banyak diketahui.
"Dia orangnya supel sehingga tak susah mendekatinya. Namun kita belum ada cerita-cerita. Baru sekadar say hello saja," kata wanita berambut panjang itu.
Sementara itu, aparat dari Kepolisian Sektor Sekupang masih terus menyelidiki kasus pembunuhan sadis tersebut. Hingga Kamis siang, sehari pasca ditemukannya jenazah, aparat telah memanggil dan memeriksa sebanyak 10 saksi. "Kita telah periksa 10 saksi," ujar Kapolsek Sekupang Kompol Rimsyahtono.
Adapun saksi yang diperiksa aparat adalah pihak keluarga korban, termasuk adik sepupu korban yang benama Ayu.
Ayu diketahui orang terakhir yang bertemu dengan korban saat mengantarnya menggunakan sepeda motor ke tempat kerjanya, Rabu (24/6) pagi, pukul 07.30 WIB.
Sepulang dari mengantarkan Ayu tersebut, Anggi tidak segera sampai di rumahnya di Perumahan Akasia, Sekupang.
Saat ditemukan, kondisi pakaian Anggi cukup acak-acakan. Ia dipastikan belum lama tewas saat ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB. Selain suhu jasad Anggi masih hangat, mesin sepeda motor Scoopy miliknya yang ditemukan roboh di semak-semak juga masih panas.
Namun, hingga korban ditemukan, belum ada saksi yang melihat pelaku, ataupun orang yang sempat mengajaknya ke wilayah tersebut.
Untuk mendalami penyelidikan, polisi kemarin juga memintai keterangan tiga petugas shift malam yang berjaga di Perumahan BP Batam. "Karena yang jaga malam itu hingga pukul 08.00 WIB," terang Rimsyahtono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dwi-wana-juli-anggi-korban-pembunuhan-kaus-kuning-semasa-hidup_20150626_141956.jpg)