Breaking News:

Citizen Journalism

MEMAKNAI KEPAHLAWAN SUHARTO SECARA BERKEADABAN

Presiden Indonesia kedua Alm. Suharto sudah masuk ke dalam daftar tunggu untuk mendapatkan gelar kemormatan sebagai pahlawan nasional.

internet
Presiden ke-2 Indonesia Soeharto 

Kemudian perlu dipahami bahwa tindakan kepahlawan bukan sebuah fenomena yang muncul begitu saja.

Tiada angin, tiada hujan tiba-tiba muncul dengan aksi kepahlawananya yang terekam oleh arsip-arsip sejarah atau ternarasikan secara oral oleh para saksi sejarah.

Menurut Mead, empunya teori interaksi simbolik yang populer dalam kajian komunikasi, tindakan terartikulasikan karena adanya daya yang disebut dengan motif dalam diri seseorang.

Lalu pertanyaannya motif apakah yang dapat melahirkan tindakan kepahlawanan?

Jawabannya tiada lain adalah nasionalisme.

Secara sederhana, nasionalisme dapat diartikan sebagai paham yang mengedepankan kecintahaan kepada bangsanya, menomorduakan yang lainnya.

Rasa cinta kepada bangsa ini lah yang berperan sebagai pusat daya, bak tombol power, apabila ditekan mampu mengalirkan energi positif ke otak, kemudian dialirkan lagi keseluruh organ-organ tubuh untuk menopang geraktindak.

Out put-nya lahirlah karya-karya besar yang didharmabaktikan demi kemerdekaan, kesehajteraan dan kemajuan bangsa dan negara.

Uraian panjang diatas selaras dengan apa yang digariskan dalam Pasal 1 Poin 4 UU No 20 Tahun 2009, yaitu:

“Pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah NKRI yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan Negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsanya dan Negara Republik Indonesia”.

Halaman
1234
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved