KALEIDOSKOP KEPRI 2015

Saat Asyik Pesta Miras, Polresta Barelang Bekuk 24 Anggota Geng Motor

Tim Buser membekuk 16 anggota geng motor di wilayah Batu Besar Nongsa.

TRIBUNNEWSBATAM.COM/ARGIANTO DA NUGROHO
Polisi anti kejahatan jalanan berhasil membekuk sejumlah anggota geng motor 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Aparat kepolisian dari Polresta Barelang memberantas aksi kejahatan jalanan. Seperti yang dilakukan oleh tim buru sergap Polsek Nongsa dan Sekupang yang 'menggaruk' 24 anggota geng motor di wilayah masing-masing.

Mirisnya, usia rata-rata kelompok geng motor ini masih sangat belia, antara 13-19 tahun. Tidak heran, orangtua mereka yang kaget terlihat tersedu-sedu di kantor polisi.

Penangkapan anggota geng motor ini dilakukan Minggu (1/2/2015) sekitar pukul 02.00.

Tim Buser membekuk 16 anggota geng motor di wilayah Batu Besar Nongsa. Sembilan orang anggota geng motor yang menamakan dirinya Bocah Brutal Nakal (Bobernex) dan tujuh pemuda yang belum memiliki nama geng. Dari tujuh pemuda ini, seorang diantaranya membawa sejumlah senjata tajam.

"Bobernex sudah lama kita incar di Batu Besar. Mereka kita intai sedang minum-minuman keras Topi Miring (miras murah). Mereka mau lari, kita kepung. Yang tujuh pemuda itu terlihat masih baru, sepertinya akan dikader," kata Kapolsek Nongsa Kompol Arthur Sitindaon, Senin (2/2) siang.

Mereka yang diamankan itu berinisial Jp (18), Ar (15), Wa (13), Al (13), Gu (17), Ra (16), Te (19), Ik (16), Ar (16), Ju (16), Sa (17), Ju (17), Am (15), Ag (16), Ap (15) dan Ek (15). Rata-rata mereka putus sekolah dan empat orang masih duduk di bangku SMP dan SMA.

Menurut Arthur, gerakan para geng motor ini sudah sangat meresahkan warga. Para orangtua harus bertanggunggjawab memberikan pembinaan nilai moral dan nasionalisme kepada anak-anaknya.

Sebab, hampir seluruh remaja yang diamankan tersebut tidak hafal lagu Indonesia Raya, lagu-lagu perjuangan dan Pancasila.

"Orangtua harus ikut bertanggungjawab. Orangtua harus di depan. 14 orang ini, akan kita beri pembinaan moral dan nasionalisme," kata Arthur.

Semnentara dua anggota geng motor, Ar dan Ju akan diproses secara hukum karena keduanya membawa senjata tajam.

"Mereka berdua akan kita proses di persidangan seperti halnya ketua geng motor Gebonal Takim Bala. Kita akan proses terus untuk memberi efek jera. Mereka selalu buat kekerasan di jalan. Berantem dengan kelompok lain. Di tahun baru kemarin mereka sudah termonitor," kata Arthur.

Selain itu ada barang bukti yang diamankan yakni 13 unit sepeda motor, delapan panah besi, satu broti, satu roti kalaung, dan botol miras.

Operasi penangkapan geng motor juga terjadi di Sekupang. Jajaran Polsek Sekupang kembali meringkus delapan anggota geng motor bernama PSM (Persahabatan Sampai Mati) di Tiban.

"Memang kita giatkan pengejaran terhadap anak-anak motor. Karena kegiatan mereka sudah kelewat batas dan sangat meresahkan warga. Coba liat saja, anak kecil segitu sudah berani merampas motor," ujar Kapolsek Sekupang Kompol Rimsyahtono yang geram dengan aksi anak-anak belasan tahun ini.

Sama halnya dengan penangkapan di Batu Besar, usia para anggota geng motor ini juga terbilang masih belia dan berusia pelajar.

Namun nyali anak-anak ini tak bisa diragukan lagi. Dari merampas motor, hingga mencuri barang-barang berharga pun telah dilakoni. Delapan diantaranya berinisial Ag (15), Az (15), De (16), Ab (13), Yo (15), Na (15), Fa (15) dan So (14).

Satu barang bukti kendaraan bermotor merek Honda Revo diamankan dari kedua tangan pelaku, yakni Fa dan So. Motor tersebut diakui keduanya dicuri di kawasan Bengkong. Pelaku juga merampas motor Mio J di jalan Tiban Mentarau.

Satu lagi motor rampasan para pelaku, satu motor Yamaha Mio masih dalam pencarian polisi. "Motor tidak saya jual. Motor kita pakai sendiri bareng kawan-kawan," ungkap Fa.

Menurut pengakuannya, dia baru dua kali merampas sepeda motor. Sasaran yang diincar anak-anak sekolah. Pelaku pun tak segan-segan melukai korban jika motor yang dirampas itu tak diserahkan.
Senjata tajam jenis belati biasa digunakan untuk mengancam. "Kita langsung paksa minta aja mereka yang sedang di jalan," katanya.

Beberapa pelaku lainnya mengaku tak melakukan perampasan motor, melainkan hanya pencurian biasa. Mulai dari mencuri ayam, bensin, tabung gas, helm dan handphone. "Saya tak pernah rampas motor. Cuma nyuri-nyuri barang-barang kecil," kata Ab.

Hasil dari barang curian mereka gunakan untuk foya-foya, seperti pesta minuman keras dan narkoba. Rata-rata mereka merupakan anak putus sekolah dan jauh dari bimbingan orang tua.

"Mau pergi kemana tak dicari sama orangtua," aku Na tentang keluarganya. (Tribun Batam/vin/wfa)

Halaman
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved