Puskesmas di Batam Harus Tingkatkan Layanan Jika tak Ingin Nilai Kapitasi Diturun BPJS Kesehatan

Seluruh Puskesmas di Kota Batam diminta untuk terus melakukan pembenahan pelayanan dan kualitas pelayanan medisnya.

TRIBUN Batam/Septyan Mulia Rohman
Warga yang tengah menyelesaikan proses administrasi untuk masuk pada layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. 

BATAM.TRiBUNNEWS.COM, BATAM- Seluruh Puskesmas di Kota Batam diminta untuk terus melakukan pembenahan pelayanan dan kualitas pelayanan medisnya.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Chandra Rizal.

Dia mengatakan setiap Puskesmas harus bekerja maksimal agar nilai kapitasi BPJS nya tidak turun.

Sebab, jika kinerja Puskesmas tak memuaskan, maka nilai kapitasi BPJS di masing-masing Puskesmas akan terancam turun.

"Sekarang Kapitasi Puskesmas nilainya Rp 6.000 per pasien. Puskesmas kita minta wajib menjaga kualitas dan kinerjanya. Jika tidak, maka kapitasi BPJSPuskesmas itu bisa turun," ujarnya ditemui di Gedung DPRD Kota Batam beberapa waktu lalu.

Ia memaparkan ‎ada beberapa faktor yang membuat nilai Kapitasi BPJS untuk Puskemas di Batam turun.

Salah satunya adalah tidak mampu memberikan pelayanan optimal pada 144 diagnosa penyakit seperti yang disyaratkan BPJS.

"Beberapa dari 144 diagnosa itu seperti darah tinggi dan kencing manis. Seharusnya pasien yang mengalami penyakit itu ditangani di Puskesmas, tidak boleh rujuk. Kalau dirujuk juga, artinya kinerja puskesmas dipertanyakan. Disitulah bisa nilai kapitasi terancam turun," katanya.

Adapun upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk memenuhi standart layanan di Puskesmas adalah dengan menyediakan layanan 24 jam di 17 kecamatan.

Enam dari 17 puskesmas tersebut bahkan sudah dilengkapi dengan ruang rawat inap, sementara sisanya sedang dalam tahapan pembangunan.

"Layanan 24 jam itu, artinya semua puskesmas kita‎ sudah ada UGD yang dilengkapi dengan dokter, bidan dan perawat. Mereka siap melayani pasien yang datang kapan saja. Sekarang kita juga menyiapkan semua puskesmas untuk dibangunkan ruang Rawat inapnya," kata dia.

Dengan pembangunan ruang rawat inap di seluruh Puskesmas, diharapkan tidak ada lagi penumpukan di rumah sakit.

Selain itu, akses masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai juga semakin mudah.

"Sekarangkan sakit sedikit langsung ke RSUD. Jadi di sana numpuk. Tapi sekarang semua Puskesmas sudah memenuhi standart pelayanan sesuai dengan yang diminta BPJS. Jika butuh pelayanan spesialis, barulah Puskesmas merujuk ke Rumah Sakit," tuturnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved