KALEIDOSKOP KEPRI 2015

Diduga Hidup 'Bebas' Enam Pasangan Mahasiswa Digerebek Satpol PP

Pada saat pemergokan terjadi, pasangan-pasangan tersebut tengah tertidur pulas.

Diduga Hidup 'Bebas' Enam Pasangan Mahasiswa Digerebek Satpol PP
tribunnews batam/thomm
Dok - Pasangan mahasiswa yang selama ini tinggal sekamar dalam rumah kos dan diduga kumpul kebo di jalan Pemuda Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), digerebek Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan warga sekitar, Sabtu (11/4/2015) dini hari. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Enam pasangan remaja berstatus mahasiswa dan mahasiswi yang selama ini tinggal sekamar dalam rumah kos, tanpa ikatan perkawinan di Jalan Pemuda, Gang Setia, Tanjungpinang Ayun Sakti, Kota Tanjungpinang digerebek Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Sabtu (11/4/2015) dini hari.

Keenam remaja tersebut akhirnya diketahui sebagai mahasiswa/i yang masih aktif berkuliah di Tanjungpinang. Pada saat pemergokan terjadi, pasangan-pasangan tersebut tengah tertidur pulas.

Mereka sama sekali tidak menyangka kalau Satpol PP dan warga sekitar tiba-tiba datang dan menggerebek rumah kos di mana mereka tinggal.

Mereka hanya bisa menyerahkan diri dan dengan malu-malu naik ke mobil patroli. Mereka cuma menutup wajah dari kamera awak media yang tak pernah lepas dari wajah mereka masing-masing.

Ketua RT 01, Suwarni, mengatakan, rumah kos tersebut dibuka untuk siapa saja yang ingin tinggal.

Pemilik rumah kos tidak memisahkan kamar-kamar kos untuk pria dan wanita. Karena itu, para remaja itu dengan bebas tinggal bersama dalam satu kamar selayaknya suami-istri.

"Kami sudah bosan menegur mereka. Saya pernah sekali memergoki mereka berbuat hal-hal tidak senonoh. Tapi mereka tidak pernah bertobat," ungkap Suwarni kepada Tribun Batam.

Suwarni mengaku pernah mendapatkan beberapa plastik kondom bekas tercecer di depan rumah kos tersebut. Bahkan kondom bekas itu dipungut anak-anak dan ditiup seperti balon.

Pemandangan ini membuat orang tua yang rumahnya berada di sekitar rumah kos tersebut semakin gerah.

"Kami itu sebenarnya mau panggil pemilik rumah kos ini dan memberitahukan kepadanya. Tapi dia tidak tinggal di sini. Kami mau supaya dia tinggal bersama mereka dan mengawasi kehidupan mereka di sini," ujar Suwarni.

"Kami juga mau supaya mereka dipisahkan pria dan wanita, jangan digabung. Kalau dibiarkan tinggal bersama, mereka bisa buat hal-hal yang tidak senonoh," tambah Suwarni lagi.

Dari daftar nama yang dicatat Suwarni diketahui bahwa para mahasiswa itu bernama R, N, AY, Sa, TF, R, Ra, JuH, Fi, Rat, Neng, S, dan B. Umumnya mereka berasal dari kabupaten kepulauan Anambas dan masih aktif berkuliah di Stisipol Raja Haji Fisabilillah.

"Warga di sini harapkan agar mereka tertib. Kita sudah kasih tahu, rasanya sudah bosan. Tapi mereka tak mau dengar. Makanya kami panggil Satpol PP datang gerebek," tambah Johan, Ketua RW 9.

Para mahasiswa/i ini dibawa ke Kantor Satpol PP Tanjungpinang dan disuruh membuat surat pernyataan untuk tidak tinggal bersama lagi.

Mereka juga diwajibkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Operasional Omrani untuk melaporkan diri secara wajib setiap hari selama sepekan.

"Kami tidak bisa tahan mereka selama 1x24 jam. Kalau pun mereka tidak memiliki kartu tanda identitas (KTP), kami hanya bisa menahan mereka paling lama 3 hari," tegas Omrani. (Tribun Batam/tom)

Halaman
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved