KALEIDOSKOP KEPRI 2015

Malam Dibawa ke Polsek, Paginya Tahanan Ini Sudah Tewas

Seorang tahanan Polsek Sagulung, Batam, ditemukan tewas di sel tahanan, Minggu (12/4).

1. Tujuh Polisi Diperiksa

Tina menangis saat kedatangan jasad Irwan Shadily (26) di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP), Sekupang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (12/4/2015).

Kematian seorang tahanan bernama Irwan Suhadi (25) di Polsek Sagulung berbuntut panjang. Jenazah Irwan sudah dikebumikan di TPU Temiang, namun kematian yang tidak wajar ini masih dipersoalkan oleh pihak keluarga.

Ratusan warga yang bernaung di bawah Ikatan Keluarga Besar Sumatera Selatan (IKBSS), melakukan aksi demo di Rumah Sakit BP Batam, Sekupang, Senin (13/4/2015) pagi.

Mereka menduga ada tindak pelanggaran maupun pembiaran dari aparat kepolisian, hingga Irwan yang belum berstatus tersangka itu sampai tewas di sel. Padahal ia baru menginap di sel satu malam.

Kematian yang janggal ini juga tidak didiamkan oleh Polresta Barelang. Kepala Seksi (Kasi) Propam Polresta Barelang AKP Suwitnyo mengatakan, pihaknya akan menyelidiki kasus tersebut.

Saat ini, Propam sudah memeriksa tujuh anggota Polsek Sagulung. Bahkan, kata dia, Kapolsek Sagulung AKP Tumpak Manihuruk pun akan menjalani proses pemeriksaan.

Uniknya, peristiwa itu terjadi di hari terakhir Tumpak menjabat Kapolsek Sagulung, karena Senin kemarin, ia termasuk empat perwira yang dirotasi Polresta Barelang.

Tumpak digantikan oleh AKP Krisman Panjaitan yang sebelumnya juga berdinas di Polda Kepri.

Posisi lainnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Barelang. Kompol Yoga Buanadipta Ilafi yang sebelumnya kapolsek Batam Kota, menggantikan Kompol Didik Efrianto.

Kompol Bayu yang sebelumnya bertugas di Kepolisian Daerah (Polda) Kepri menjadi Kabag Ren menggantikan Kompol Gatot Sudibio. Sedangkan Kapolsek Batam Kota diisi Kompol Arif Budi yang sebelumnya juga seorang perwira di Polda Kepri.

Di hadapan warga IKBSS, Suwitnyo siap menindak oknum polisi jika terbukti melakukan pelanggaran. "Kita sudah periksa tujuh orang anggota polsek Sagulung. Yang kita periksa mereka yang piket Reskrim maupun yang lain," kata Suwitnyo.

Suwitnyo menggunakan pengeras suara menyatakan hal itu langsung di hadapan warga yang menuntut adanya penyelidikan dan menindak tegas oknum polisi yang dianggap lalai sehingga Irwan meninggal tidak wajar di sel tahanan.

"Kita akan tindak secara hukum jika ada oknum polisi yang melanggar. Kita akan tindak sesuai proses hukum yang berlaku," tambahnya lagi, "Tak ada diskriminasi. Kita tak pandang suku maupun ras. Kalau memang ada yang bersalah, pasti akan kita tindak tegas," tambah Suwitnyo.

Kemarin, jenazah Irwan diotopsi di RSBP Batam. Tina, istri korban, terus menunggui di kamar jenazah RSBP. Selesai otopsi, Tina yang diizinkan untuk melihat jenazah suaminya langsung menangis histeris. Ia bahkan nyaris pingsan, namun cepat dibantu oleh keluarga dan anggota IKBSS yang hadir.

"Saya tak kuat lagi. Harus gimana nanti saya, Bang. Jangan tinggalin Tina..," ungkap wanita satu anak itu di pelukan keluarganya.

Tina menceritakan, suaminya tak hanya mengalami luka di bagian kepala, namun juga di bagian wajahnya. Ada luka lebam yang menghitam di sekitar mata dan bibir.

Tina tidak percaya luka itu akibat terjatuh. Suamnya juga dalam kondisi sehat saat meninggalkan rumah, Sabtu sore.

Tina juga menceritakan, saat dirinya mendatangi Polsek Sagulung, Sabtu malam, setelah mendapat kabar bahwa Irwan ditahan di Polsek, ia tidak dibolehkan membesuk suaminya dan disarankan untuk pulang.

"Mana polisi itu tadi di sini? Dia yang bilang suami saya dalam kondisi sehat (Sabtu malam). Tapi pagi ke sana, polisi bilang sudah tak ada lagi," ungkap Tina sambil menangis.

Tina bahkan mengaku sempat berontak di Polsek Sagulung karena tidak diperbolehkan menjenguk suaminya. Ia mencoba memanggil suaminya dengan berteriak karena terus dihalang-halangi petugas.

"Saya tetap tak boleh masuk. Saat saya cari dan manggilnya, saya sempat denger suami saya menjawab," cerita dia.

Diakui Tina, dua bulan ini almarhum suaminya memang sedang menganggur. Sebelumnya, Irwan pun bekerja di salah satu perusahaan di Batam.

Di tempat yang sama, Kompol Faisal selaku Dokpol yang memimpin otopsi membeberkan bahwa korban mengalami pendarahan di bagian kepala. "Ada luka benturan di bagian kepala hingga menyebabkan pendarahan," kata Faisal.

Namun Faisal enggan berspekulasi penyebab kematian korban. Pihaknya hanya selaku dokter pemeriksa untuk melanjutkan proses penyelidikan pihak terkait.

Sekitar pukul 14.00 WIB jenazah dikebumikan di pemakaman umum Sei Temiang Sekupang. Ratusan anggota paguyuban IKBSS mengiringi kepergian Irwan.

Usai prosesi pemakaman, perwakilan IKBSS langsung menemui Kapolres Barelang, meminta agar kasus ini dituntaskan.

"Kita menuntut keras agar masalah ini dituntaskan," ujar Nopriansyah, wakil ketua umum IKBSS Bidang Hukum dan Advokasi.
Menurutnya, meninggalnya Irwan di dalam sel tahanan Polsek Sagulung jelas tidak wajar. Nopriansyah menduga ada tindak penganiayaan oleh petugas. "Bisa saja di situ dipaksa mengaku oleh polisi dengan menghajarnya," ungkapnya.

Ia melihat kejanggalan dalam penanganan Irwan. Seharusnya, kata dia, bila Irwan dalam keadaan terluka, dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa kesehatannya dan tidak dibiarkan sakit di dalam sel tahanan.

Karena itu, Nopriansyah menilai pernyataan Kapolsek di media yang menyebutkan bahwa korban sudah terluka saat dibawa, justru memperlihatkan polisi tidak profesional.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Asep Safrudin mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian Irwan di sel. Namun jika ditemukan adanya unsur kelalaian dari anggotanya, ia siap menindak.

Hingga Senin siang, ia baru mendapat laporan bahwa luka yang dialaminya karena kecelakaan. "Ia terjatuh dari motor dan dia ditolong warga. Bahkan sempat dibawa ke klinik tapi dia menolak," kata Asep.

Perkembangan terakhir yang diterima Asep, Irwan diselidiki dalam kasus dugaan pencurian sepeda motor. Soalnya, sepeda motor Yamaha Mio hijau bernompol BP 5860 ES yang dipakai Irwan ternyata pernah dilaporkan hilang oleh pemiliknya ke Polsek Batuaji.

"Motor tersebut ternyata memang ada LP-nya di Polsek Batuaji. Katanya si pemilik sepeda motor tersebut sudah ke Polsek," lanjut Asep.

Meskipun demikian, Kapolresta belum bisa memastikan apakah Irwan pelaku pencurian atau orang lain. "Kita masih selidiki kecelakaan," kata Asep lagi.

Halaman
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved