KALEIDOSKOP KEPRI 2015

Pria 56 Tahun Meninggal Dalam Pelukan PSK

tiba-tiba saja tubuh AS kaku. Jennifer pun keheranan karena AS seperti tidak bergerak sama sekali.

Pria 56 Tahun Meninggal Dalam Pelukan PSK
Tribunnews.com
Ilustrasi Mayat 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, NATUNA - Prostitusi bar pelantar di area Jemengan, Natuna pada Senin (13/4/2015) malam sekitar pukul 22.00 WIB mendadak heboh.

Seorang kakek berusia 56 tahun, tiba-tiba tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia setelah berkencdang dengan seorang pekerja seks komersial (PSK) di lokasi itu.

Kejadian berawal saat seorang PSK bernama Jenifer (nama samaran) itu sedang melayani AS. Posisi saat itu AS di atas Jenifer dalam keadaan tanpa busana.

Namun, tiba-tiba saja tubuh AS kaku. Jennifer pun keheranan karena AS seperti tidak bergerak sama sekali.

Akhirnya, wanita itu menggulingkan tubuh AS. AS masih tidak bergerak dan dari mulutnya keluar buih.

Sontak saja Jenifer kaget, dan langsung membersihkan tubuhnya menggunakan baju. Ia lalu memberitahukan kejadian itu kepada warga lainnya di lokasi pelantar prostitusi yang berada di pinggir laut itu.

Setelah mendengar ada tamu yang terkapar, para pengunjung dan para PSK lainnya mendadak heboh. Kejadian ini langsung diberitahu ke aparat kepolisian yang tak lama kemudian datang ke lokasi kejadian.

Menurut beberapa warga yang berada di lokasi, tubuh AS saat dicek masih hangat dan masih ada sedikit denyut jantung. Namun tak lama kemudian, sang kakek meninggal. Dari dalam saku baju lelaki ini, ditemukan pil kuat merek Kuda Jantan.

Ketua RW 4 Aminullah mengatakan, peristiwa itu cepat menyebar dalam hitungan menit sehingga warga sekitar kemudian mendatangi tempat hiburan malam tersebut.

"Ya, dari informasi yang saya terima, pria ini tinggal di Desa Tanjung (Bunguran Timur Laut)," kata Aminullah.

Menurut rekan-rekannya yang datang bersama AS malam itu, mereka sebenarnya hendak minum-minum alkohol di tempat itu.

Namun, AS tidak ikut minum dan langsung booking cewek. "Sepertinya ia overdosis," kata Amin lagi.

Polisi langsung memberitahukan pihak keluarga AS atas kejadian itu setelah melakukan evakuasi ke RSUD Ranai untuk divisum.

Istri pria tersebut nampak sedih dan tak kuasa menahan tangis saat mengetahui suaminya meninggal dengan kondisi seperti itu.

Kasat Reskrim Polres Natuna, AKP Benhur Gultom mengatakan, jika dari pengamatan medis, AS mengalami serangan jantung. "Dari hasil visum diketahui serangan jantung. Memang dalam kantongnya ada obat kuat. Cuma apakah obat kuat itu bereaksi terhadap jantung masih kami dalami," ujar Gultom, Selasa (14/4/2015) sore.(Tribun Batam/San)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved