Sulitnya Cari Kerja di Batam
Ini Penyebab Membludaknya Pencaker di Batam versi BP Batam
Meningkatnya pengangguran menurut BP Batam bukan hanya karena sepinya order akibat lesunya perekonomian global.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Sejak pagi tadi, Selasa (9/2/2016) ribuan pencari kerja (Pencaker) masih tetap memadati kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning, Batam, tepatnya di depan PT Sumitomo.
Pemandangan tersebut sudah mulai terlihat sejak Jumat (6/2/2016) lalu.
Para Pencaker terus berjuang dan berkompetisi untuk mendapatkan pekerjaan di tengah banyaknya jumlah pengangguran.
Meningkatnya pengangguran menurut BP Batam bukan hanya karena sepinya order akibat lesunya perekonomian global.
Tetapi situasi yang juga kurang kondusif sehingga menyebabkan pengusaha hengkang dari Batam.
Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono, mengatakan sejauh ini pemerintah, khususnya BP Batam telah memberikan banyak kemudahan bagi pengusaha.
"Ditanya dulu ke para pengusaha itu, yang kira-kira perlu kami rawat apalagi. Kemudahan kan sudah banyak, sudah bebas PPNBM, bebas bea masuk/ekspor, perizinan singkat. Coba ditanya yang membuat mereka tidak nyaman, itu nomer satu apa," ujar Purnomo Andiantono.
Menurut dia, selama ini pengusaha mengeluh sangat tidak nyaman dengan aksi demo-demo buruh.
Sehingga BP Batam tidak henti-hentinya mengimbau kepada semua pihak untuk menjaga kenyamanan berusaha di Batam.
"Kan bukan cuma kita yang bertanggungjawab untuk menjaga investor tetap nyaman di sini. Kalau BP Batam, terus kok mempromosikan Batam ke investor luar, melalui business gathering dengan asosiasi asing, pameran, seminar, website dan lainnya. Tapi musti didukung juga oleh semua pihak, termasuk pekerja," tutur pria yang akrab disapa Andi itu.
Kemudian, mengenai perizinan yang harus dipermudah.
Jika ada yang mempersulit, apalagi dimintai biaya siluman, maka pengusaha dapat segera melaporkan ke yang berwenang.
Ia menyebutkan, adapun membludaknya jumlah pencaker saat ini, menurut dia dikarenakan jumlah tersebut termasuk para pencaker yang sebelumnya di-PHK.
"Saya coba tanya ke himpunan kawasan industri, itu selain pencaker baru, ada juga pencaker dari yang dulu-dulu di PHK, seperti dari Siemen, Shinetsu, SCI, dan lainnya. Makanya meskipun dapat pesangon, kalau bukan pengusaha, akan sulit bertahan dengan pesangon it. Akhirnya pesangon habis dan mencari pekerjaan lagi," tutur Andi lagi.
Ia pun mengimbau agar pekerja bisa sama-sama menjaga perusahaan masing-masing supaya nyaman berusaha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/para-pencaker-duduk-antre-menunggu-giliran-proses-verifikasi-dokumen-untuk-pt-sumito_20160209_095019.jpg)